Atlantis (Foto: Ist)
BEIJING - Delapan puluh persen materi genetik manusia mirip dengan 4.000 cacing mikroskopik Caenorhabditis elegans. Itu sebabnya para ilmuwan mengirim cacing ini ke luar angkasa untuk mempelajari efek gaya gravitasi terhadap otot.
'Cacing-cacing astronot' yang pergi berbarengan dengan misi pesawat Atlantis ini diharapkan bisa membuka pengetahuan baru ketika menghadapi efek negatif lingkungan rendah gravitasi.
Senin pekan lalu, pesawat Atlantis meluncur dari Kennedy Space Center membawa cacing-cacing tersebut mencapai ketinggian 7,3 juta kilometer untuk perjalanan luar angkasa selama 11 hari.
Cacing-cacing yang berangkat ke luar angkasa itu dikumpulkan dari tumpukan sampah dekat Bristol, Inggris. Kini mereka sedang dipelajari di laboratorium luar angkasa Kibo milik Jepang. Demikian keterangan yang dikutip dari Xinhua, Senin (23/11/2009).
"Jika kita bisa mengenali penyebab tubuh bereaksi dengan cara tertentu saat berada di luar angkasa, artinya kita menemukan gerbang baru untuk riset di Bumi selanjutnya," kata Nathaniel Szewczyk, ilmuwan dari University of Nottingham.
Szewczyk menyebutkan cacing nematoda ini digunakan untuk mempelajari sinyal biologis yang menyebabkan protein otot menurun. Menurutnya, cacing merupakan objek pengganti yang sangat sempurna untuk menguji efek samping dari kondisi tak bergravitasi pada manusia.
Empat hari sebelum diberangkatkan ke luar angkasa, cacing-cacing terpilih ini dibekukan terlebih dahulu. Mereka juga diberi obat-obatan yang bisa mengurangi efek penurunan masa otot pada pasien kanker. (rah)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com