JAKARTA - Bukan vendor global yang mengikuti jejak HTC dalam menelurkan ponsel Android di Indonesia, justru ponsel IMO S900 besutan perusahaan lokal hadir dengan sistem terbuka ini. Penggiat Android di tanah air yakin, kehadiran perangkat ini mampu menaikkan pamor Android di Indonesia.
"Pastinya Android akan semakin dikenal oleh konsumen Indonesia, karena kehadiran ponsel lokal yang menggunakan Android ini," jelas Ketua Komunitas ID-Android Agus Hamonangan kepada okezone, di Jakarta, Selasa (24/11/2009).
Terlebih Agus Hanamongan menambahkan, ponsel tersebut dibanderol dengan harga cukup terjangkau, yaitu dibawah Rp3 juta. Padahal seperti diketahui, kebanyakan ponsel Android yang dimiliki vendor global dihargai diatas Rp6 juta. Karena, menurutnya, harga juga menghambat OS besutan Google itu berkembang di pasar lokal.
Lebih lanjut, pria ramah ini mengatakan, kedepannya banyak vendor yang menyediakan ponsel Android yang menggunakan sistem GMS (Google Mobile Service), sehingga aplikasi-aplikasi Android yang tersedia di toko aplikasi online Android Market di Amerika Serikat bisa diunduh oleh Google.
"Selama ini kegagalan HTC Magic, karena ponsel tersebut menggunakan sistem OHD (Open Handset Developer) yang memblokir pengguna di Indonesia untuk mengunduh aplikasi di toko tersebut," tambah Agus.
Agus yakin, Android dapat sejajar dengan Blackberry dalam jangka waktu tertentu baru bisa popular. Terlebih, ponsel Android disukai oleh orang yang senang mengoprek sistem operasi. (tyo)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com