Symantec
JAKARTA - Kondisi listrik di negeri ini yang sering 'byar pet' sangat berisiko bagi kelangsungan bisnis sebuah perusahaan. Tak terkecuali bagi perusahaan kecil dan menengah (UKM).
Sebab itu kesiapan UKM dalam menghadapi ancaman sangat diperlukan untuk mengantisipasi masalah tersebut. Satu hal yang perlu dipersiapkan adalah kebutuhan untuk memback-up data-data perusahaan.
Di Indonesia, listrik, virus, dan hacker menjadi ancaman tertinggi bagi perusahaan-perusahaan kecil dan menengah. Pasalnya, listrik dipercaya dapat mempengaruhi sistem menjadi down.
Menurut Enterprsie Director Symantec Indonesia Yoss Dappu, kepada wartawan di Hotel Gran Hyatt, Jakarta, Rabu (25/11/2009), banyak UKM yang tidak menyadari dampak dari gangguan sistem yang mereka alami terhadap pelanggan.
"Studi symantec menunjukkan bahwa UKM yakin pada rencana persiapan menghadapi bencana atau gangguan sistem. 82 responden menyatakan mereka merasa cukup puas dengan persiapan menghadapi bencana. Bahkan
84 persen mengatakan sangat terlindungi jika suatu saat terjadi bencana," Kata Yoss.
Kendati demikian dalam prakteknya, keyakinan UKM tersebut tidak beralasan. Sebab rata-rata UKM mengalami tiga kali gangguan dalam 12 bulan dengan penyebab seperti virus, listrik, dan bencana alam. Yoss mengungkapkan, sebenarnya hanya 23 persen UKM yang melakukan back up setiap hari.
"Rata -rata UKM melakukan back up hanya 60 persen dari data perusahaan keseluruhan, karena mereka beranggapan bahwa 40 persen data mereka memang akan hilang jika terjadi bencana," katanya.
Gangguan down time bagi UKM rata-rata mencapai USD15.000 per hari.
Gangguan itu juga sangat berdampak pada pelanggan. Satu dari empat pelanggan (26 persen) melaporkan kehilangan data penting setiap terjadi gangguan yang berlangsung selama 8 jam atau lebih.
Survei ini dilakukan terhadap sekira 1650 UKM di seluruh dunia, pelanggannya.
Symantec sendiri mencoba untuk membantu UKM untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi gangguan dengan meluncurkan Backup Exec System Recovery 2010. Sistem ini diklaim mampu melakukan otomatisasi proses back up seluruh sistem atau file dan folder individual tanpa mengganggu produktivitas pengguna. Tahun ini Symantec Backup Exec System Recovery juga akan mendukung sistem operasi Linux.
Symantec Backup Exec System Recovery 2010 tersedia dengan harga USD892 per server dan USD82 per desktop. (srn)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com