LONDON - Psikolog dan presenter televisi Tanya Byron mengatakan bahwa 3/4 anak-anak membuka situs jejaring sosial tanpa sepengetahuan orangtua mereka. Padahal, 90 persen dari orangtua yakin kalau mereka telah melarang anak-anaknya dalam penggunaan situs.
Byron yang merujuk pada hasil survei yang dilakukan situs konsultasi keluarga online Netmums mengakui kalau sebagian besar orangtua membiarkan anak-anak mereka menggunakan internet di rumah tanpa pengawasan.
"Di Eropa, sebagian besar anak muda pengguna internet aktif di situs jaringan sosial, dan di Inggris diperkirakan bahwa sekitar tiga seperempat anak muda dari pengguna internet tersebut menggunakan situs jaringan sosial," ungkap Byorn kepada Daily Mail, yang okezone kutip Kamis (26/11/2009).
"Jadi bagaimana mungkin bahwa 90 persen dari orang dewasa tidak membiarkan anak-anak mereka ke situs jejaring sosial? Penggunaan diam-diam oleh anak-anak sangat mengkhawatirkan dan perlu mendapat perhatian yang besar," tambahnya.
Byron juga mengatakan, situs pertemanan seperti Facebook dan Bebo merupakan situs yang paling banyak digunakan anak-anak muda di Inggris. Padahal kedua situs tersebut memiliki batasan usia yaitu umur 13 tahun.
"Bagi situs pertemanan, anak-anak merupakan keuntungan bagi mereka, terlebih bagi anak yang dibesar dan lebih suka menghabiskan waktunya di kamar tidur," tambahnya.
Padahal banyak kasus pelecahan cyber sering menghantui anak-anak, karena menurut Byron, anak-anak sering tidak mendapatkan teman berbicara yang cocok. Selain itu mereka juga tidak mengerti tentang perbedaan berkomunikasi secara online dan di dunia nyata. Ini makin diperparah dengan studi lain yang mengungkapkan bahwa 62 persen anak-anak mengaku berbohong kepada orangtua tentang perilaku online mereka. (tyo)