JAKARTA - Pertumbuhan industri televisi berbayar di Indonesia tak diimbangi oleh tumbuhnya produsen-produsen parabola lokal. Hingga saat ini penyedia layanan televisi berbayar masih mengimpor seluruh perangkat parabola.
"Saat ini semua perangkat parabola masih kita impor dari Taiwan. Saya sendiri belum tahu ada produsen parabola lokal yang mampu membuat parabola, padahal itu mudah. Saya sendiri tak tahu kenapa tak ada yang bisa," ujar GM Corporate Secretary MNC Skyvision, Arya Mahendra Sinulingga di Jakarta, Rabu (2/12/2009).
Arya mengatakan, pihaknya cukup terbuka jika ada produsen lokal yang dapat memproduksi parabola.
"Silahkan saja, kami terbuka dan itu akan menghemat operasional kami karena kami tak perlu lagi menyewa gudang penyimpanan," jelas Arya.
Untuk diketahui, parabola dan decoder memakan biaya cukup besar bagi penyedia layanan tv berbayar. Dicontohkan Arya, Indovision memberikan parabola dan decoder kepada pelanggan yang harganya sekira Rp2 juta.
"Kami meminjamkannya kepada pelanggan. Dengan pertumbuhan pelanggan 120 ribu berarti kami harus mengeluarkan biaya besar untuk subsidi perangkat parabola dan decoder," katanya.
Tumbuhnya produsen-produsen lokal setidaknya mampu menghemat operasional sekaligus membantu usaha-usaha kecil. Bahkan Arya yakin, produsen mampu memproduksi 10 ribu parabola dalam waktu satu bulan, dengan nilai keuntungan yang diprediksi cukup lumayan. (srn)