SHANGHAI - Kabar yang menyebutkan kalau Friendster akan dijual semakin mendekati kenyataan, akhir bulan ini salah satu situs jejaring sosial terbesar itu akan berpindah kepemilikan ke pembeli asal Asia.
Salah satu sumber yang tidak mau disebutkan membeberkan kalau pembeli asal Asia tersebut akan menawar Friendster dengan harga mencapai USD100 juta. Dan negoisasi ini akan segera diselesaikan pada akhir Desember nanti. CEO Friendster Richard Kimber mengatakan kepada Reuters, yang okezone kutip Jumat (4/12/2009), kalau saat ini negosiasi diserahkan kepada Morgan Stanley.
"Kami telah mengajukan beberapa poin dalam negosiasi tersebut," tegas Kimber.
Sebelumnya, sekitar enam tahun yang lalu, Friendster yang berbasis di California, Amerika Serikat, Google pernah menyatakan ketertarikannya dalam membeli situs jejaring tersebut, dengan harga USD30 juta. Namun, karena tidak menemui kata sepakat terpaksa Friendster menolak pinangan Google. Apalagi masalah isu hak cipta yang menerpa Facebook dan Friendster membuat Google juga menghambat negoisasi ini.
Didirikan pada tahun 2002, Friendster telah mempunyai anggota hingga mencapai 100 juta. Sebagian besar anggota mereka berasal dari Asia, khususnya Indonesia. Akan tetapi, sejak kehadiran Facebook dua tahun kemudian, Friendster makin hari makin ditinggalkan penggemarnya. Malahan jumlah anggota mereka kian hari kian menyusut. (tyo)