Getting Time...

Nokia Mulai Kurangi Produksi Smartphone

Sarie - Okezone
Sabtu, 5 Desember 2009 10:26 wib
detail berita
Nokia

HELSINKI - Vendor ponsel terbesar di dunia, Nokia berkomitmen untuk tidak terlalu banyak menggelontorkan ponsel di kategori smartphone pada tahun 2010 nanti. Pasalnya, menggelontorkan banyak smartphone justru tidak memberikan keuntungan yang signifikan bagi Nokia.

Dilansir melalui The Australian, Sabtu (5/12/2009), kepala unit Nokia untuk kategori smartphone, Jo Harlow mengatakan bahwa kompetisi smartphone ternyata hanya berlaku untuk segmen high-end. Sedangkan kompetisi untuk ponsel-ponsel pintar di segmen mid hingga low end, ternyata lebih meningkat lagi.

"Kami memang akan melakukan 'pertahanan' tapi kami juga memiliki 'perangkat' untuk menyerang, yang sama bagusnya dengan perangkat 'pertahanan' kami," ujar Harlow.

Hal ini senada dengan rencana Nokia yang diungkapkan oleh CEO-nya Olli-Pekka Kalasvuo beberapa waktu lalu. Kala itu Kallasvuo mengatakan akan menurunkan harga smartphone-nya dan meningkatkan margin, dibantu oleh sistem operasi Symbian-nya.

Harlow sendiri telah dipercaya memimpin segmen smartphone Nokia sejak Oktober lalu, setelah pasar Nokia turun menjadi 35 persen di dunia. Padahal sebelumnya, Nokia sempat menguasai 41 persen pasar ponsel dunia.

Meski Nokia menggelontorkan banyak ponsel pintar namun jumlah tersebut ternyata justru membuat Nokia kehilangan pangsa pasarnya. Oleh karena itu, jika pada tahun 2009 Nokia meluncurkan sekira 20 jenis smartphone maka pada tahun 2010 nanti, diperkirakan Nokia hanya akan meluncurkan setengahnya, atau sekira 10 jenis saja.

Banyak analis yang sepakat dengan langkah Nokia ini. Menurut mereka, strategi Nokia dalam menurunkan jumlah model smartphone yang ada, dianggap cukup masuk akal. Selain mampu memfokuskan strategi pada hal-hal yang lain, konsumen pun bisa tidak harus pusing untuk memilih.

"Selama ini Nokia memiliki model smartphone yang terlalu banyak, dengan desain dan fitur yang kelihatannya sama saja. Kami percaya hal ini akan membuat pusing konsumen dalam memilih produk. Oleh karena itu, pengurangan jenis smartphone yang ada, kami anggap cukup masuk akal," ujar analis MKM Partners Pablo Perez-Fernandez. (srn)

Beri komentar