o1 o2

Techno - Science


Inggris Masa Bodoh Soal UFO

Minggu, 6 Desember 2009 - 11:50 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Rachmatunnisa - Okezone
(Foto: Daily Mail)

LONDON - Inggris tak lagi mau mendengar soal UFO (Unidentified Flying Object). Setelah 50 tahun meneliti soal UFO, akhirnya Inggris angkat tangan.

Dengan dimatikannya saluran hot line UFO oleh Departemen Pertahanan Inggris, maka berakhir pula kontribusi Inggris dalam penelitian tentang UFO.

Para veteran tim investigasi UFO yang lebih mirip serial X-Files ini mengatakan, keputusan ini menandai berakhirnya segala usaha mereka usaha dalam memecahkan misteri terbesar sepanjang sejarah. Mereka juga menyebutkan, penonaktifan saluran hotline UFO miliknya merupakan bagian dari upaya pengurangan biaya. Demikian keterangan yang dikutip dari Associated Press, Minggu (6/12/2009).

Namun, agaknya keputusan tersebut mengecewakan sebagian besar warga Inggris. Mereka yang tidak setuju dengan penutupan saluran hot line UFO milik Inggris berpikir, penelitian tentang UFO sangat diperlukan.

"Saya rasa ini langkah yang bodoh, karena hal ini berpotensi mengancam keamanan nasional," ujar salah satu pendiri kelompok penelitian UFO di London Roy Lake.

"Kami mengangap hal ini serius. Kita tahu, terkadang penglihatan itu hanya sebuah fenomena alam, tapi mungkin saja ada juga yang bukan. Saya rasa pemerintah tahu betul yang terjadi di luar sana, namun mereka menutupinya," tambahnya.

Sementara itu, pihak militer Inggris bersikeras dengan keputusan ini. Melalui juru bicara Departemen Pertahanan Inggris, mereka memberikan kesimpulan bahwa selama 50 tahun hotline UFO beroperasi, tak satu pun dari 12.000 laporan penglihatan UFO yang ada terbukti merupakan ancaman keamanan nasional.

"Tak satu pun dari ribuan laporan penglihatan UFO yang muncul selama bertahun-tahun ini bisa membuktikan adanya makhluk luar angkasa," tandasnya. (rah)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com 
Share
o1 o2
o1 o2

0 komentar

[+lihat komentar]


o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4