JAKARTA - Bisnis telepon kabel dinilai telkom telah memasuki masa kadaluarsa. Sebab itu Telkom menegaskan keseriusannya bertransformasi ke bisnis Telekomunikasi, Informasi, Media dan Education.
"Kalau bisnis telepon kabel atau yang biasa kita sebut bisnis legacy itu tua, kita sekarang mulai masuk ke era Telco 2.0 dan web 2.0 dimana aspirasi pengguna itu menjadi lebih tinggi. Bisa kita lihat pada Facebook, dimana konsumen menjadi produser, karenanya Telkom mencoba untuk membuat semuanya semakin mudah bagi pelanggannya," kata Direktur Utama Telkom dalam keterangannya, Rabu (8/12/2009).
Tapi, Rinaldi kemudian mengingatkan agar jangan diartikan legacy itu berarti kadaluwarsa, hanya saja memang ada bisnis-bisnis yang kurang menguntungkan.
"Ambil contoh bisnis satelit, bisnis tersebut menguntungkan hanya saja tidak setinggi bisnis TIME. Bahkan Telkom baru saja membeli satelit baru yang akan diluncurkan pada 2011, jadi ada bisnis yang cash flow-nya tinggi seperti bisnis legacy, dan ada bisnis yang masih kecil tapi potensi pertumbuhannya tinggi," tambah Rinaldi
Rinaldi juga mengungkapkan, di ranah telekomunikasi seluler, Telkom merupakan salah satu dari 10 besar perusahaan telekomunikasi dunia yang memiliki 100 juta pelanggan. Di Asia Tenggara sendiri Telkom berada di urutan kedua setelah SingTel. Rinaldi menyadari hal ini juga didukung jumlah penduduk Indonesia yang relatif besar. Di balik itu, besarnya pasar domestik ini diakui Rinaldi belum sepenuhnya terserap.
"Apalagi penetrasi kita masih belum 100 persen, dimana jumlah pelanggan masih 170 juta dari total keseluruhan penduduk 230 juta," tandas Rinaldi
Telkom berupaya keras menjadi pemain kelas dunia dengan mulai menapaki kawasan adjacent industry. "Realisasinya dengan mengakuisisi perusahaan bisnis proses outsourcing di Malaysia sebesar 15 persen. Kemudian juga dengan mendirikan perusahaan di Singapura. Dalam lima tahun ke depan Telkom akan mulai banyak melakukan penetrasi ke kawasan Asia Tenggara," pungkas Rinaldi.
Sepak terjang Telkom di dunia Telekomunikasi selama ini dinilai berkembang pesat. Bahkan baru-baru ini Telkom terpilih sebagai perusahaan indonesia yang Membanggakan oleh stasiun TV swasta melalui jajak pendapat yang dilakukan sekira 1.000 responden yang mewakili pengguna telepon rumah tangga di 15 kota di Indonesia.
Berdasarkan jajak pendapat tersebut, untuk kategori perusahaan Telekomunikasi, Telkom tampil sebagai Perusahaan Indonesia yang membanggakan dimana sebanyak 83,2 persen responden memilih Telkom sebagai perusahaan yang patut dibanggakan dalam bidang telekomunikasi di Indonesia. (ugo)