WALES - Memberi makan sapi dengan bawang putih dan gandum akan mengurangi sendawa hewan tersebut dan berkontribusi dalam menekan dampak pemanasan global.
Para peternak di Wales, Inggris, diminta untuk menjalankan metode diet ternak terbaru untuk mengurangi gas metana di udara yang dihasilkan sendawa sapi.
Para ilmuwan kini tengah giat mengembangkan penelitian untuk mengurangi sendawa sapi. Pasalnya, berdasarkan data yang dikemukakan para ilmuwan, sapi memiliki kontribusi besar terhadap total emisi gas metana. Bahkan disebutkan, sendawa sapi 20 kali lebih berpengaruh terhadap proses pemanasan global dibandingkan dengan karbondioksida.
Beberapa waktu lalu, tim ilmuwan di Kanada mengembangkan sapi yang direkayasa secara genetik agar mengeluarkan lebih sedikit sendawa.
Kini, ada cara terbaru untuk mengurangi sendawa sapi, yaitu dengan merekayasa makanan yang dikonsumsinya. Temuan ini diketahui setelah ilmuwan di Wales mencampurkan bahan yang tidak lazim kedalam makanan sapi.
"Kami menjaga reputasi Wales sebagai daerah penghasil produk tanpa bahan kimia. Untuk itu kami memberi makan sapi-sapi tersebut dengan campuran ekstrak bawang putih dan gandum untuk mengurangi emisi gas," kata salah satu tim peneliti Professor Jamie Newbold seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (11/12/2009).
Melalui uji coba tersebut, diketahui bahwa mencampurkan bawang putih atau gandum pada makanan sapi mampu memangkas seperempat emisi gas metana yang berasal dari hewan ternak.
Saat ini, hewan ternak berkontribusi sebesar empat persen dalam total emisi gas di seluruh dunia. Metode diet makanan ternak ini diharapkan bisa memangkas emisi gas hingga tiga persen. (rah)