Getting Time...

Software Bajakan Justu Bikin Investasi Warnet 'Bengkak'

Stefanus Yugo Hindarto - Okezone
Senin, 14 Desember 2009 13:27 wib
detail berita
Internet

JAKARTA - Penggunaan software bajakan oleh warnet diakui akan membuat investasi dan biaya yang dikeluarkan justru lebih besar. Selama ini banyak pemilik warnet salah kaprah, bahwa biaya menggunakan software bajakan lebih murah.

Menurut ketua umum Awari, Irwin Day banyak biaya 'lain-lain' yang harus dikeluarkan oleh pemilik warnet. "Belum lagi jika mereka terkena razia, dimana harus membayar denda hingga Rp1 juta per PC dan mereka akhirnya juga harus memasang software asli, tentunya biaya yang dikeluarkan akan lebih banyak lagi," kata Irwin kepada wartawan di Jakarta, Senin (14/12/2009).

Irwin menjelaskan, jika rata-rata warnet memiliki 12 PC dan harga software murah berkisar USD48 per PC, maka investasi warnet untuk software paling tidak berkisar USD48 dikali 12 PC ditambah biaya lain-lain sekira USD 30,9. Sehingga total mencapai, USD606,9.

"Jika menggunakan Software bajakan, memang hanya Rp50 ribu untuk dua belas PC, tapi masih ditambah biaya lain-lain sekira 150 ribu rupiah per bulan, dan denda razia Rp1 juta per PC dan tambah biaya pemasangan software legal lagi, sebesar USD606,9, karena umumnya setelah razia mereka akan memasang yang legal," kata Irwin.

Selain itu, Irwin mengatakan, saat ini pihaknya telah berupaya bekerjasama dengan anggota maupun komunitas warnet di luar Awari untuk menggalakan penggunaan software murah. Banyak program yang telah dilakukan Awari untuk menghadirkan software legal dengan harga terjangkau.

Selama ini, banyak pemilik warnet yang tak menyangka bahwa ada software murah untuk warnet discount besar. "Banyak yang mengira harga software khusus untuk warnet itu harga sewa, padahal bukan," kata Irwin

Saat ini jumlah  anggota Awari di seluruh Indonesia mencapai 800 orang yang mewakili sekira 2.400 warnet. Total warnet yang ada di Indonesia mencapai angka 20 ribu.

"Mayoritas pengguna warnet adalah pelajar, pekerja, dan masyarakat umum," kata Irwin

Diakui Irwin, Penggunaan software bajakan di warnet turun drastis, lewat program software murah yang bekerjasama dengan Microsoft.

Program kerjasama Awari dan Microsoft yang selain penyediaan software murah adalah i-cafe yang bertujuan untuk, Mengembangkan bisnis warnet secara sehat melalui proses legislasi yang dirancang khusu untuk warnet, Menjadikan warnet tempat yang aman bagi konsumen dalam mengakses informasi dengan menyediakan teknologi keamanan jaringan, aplikasi dengan fitur parental control dan teknologi yang selalu up to date hingga menambah mutu layanan warnet menjadi layanan yang sehat dan aman. Selain itu program tersebut, berupaya menjadikan warnet sebagai lembaga usaha yang patuh terhadap kaidah hukum yang berlaku di Indonesia hal yang terakhir menepis pandangan negatif terhadap warnet saat ini. (srn)

  • holis » 0 Tanggapan
    selama tidak ada Hak Keadilan Intelektual, jangan harap pembajakan software akan berhenti ! semoga pemerintah menyediakan dana subsidi software !
    Beri Tanggapan Laporkan
  • mazhel » 0 Tanggapan
    lebih untung pake FOSS.. bangsa untung, rakyat tambah pinter..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • stanley » 0 Tanggapan
    Seharusnya pengusaha warnet memakai linux atau apple, mahal didepan iya tapi tidak ada update virus atau hilang registry. Borong aja apple yang masih ppc pasti murah, udah include browser, media untuk foto, video dan lain2 tanpa biaya tambahan seperti windows.
    Beri Tanggapan Laporkan

Beri komentar