JAKARTA - Polisi sebagai tumpuan dalam memberantas pembajakan, harus mempunyai bekal yang cukup mengenai seluk beluk software. Mereka tentunya harus diberikan pengetahuan yang cukup.
"Polisi pada dasarnya mengerti software. Yang kurang dipahami adalah lisensinya. Masih banyak pihak kepolisian yang belum paham permasalahan lisensi software," jelas Kepala perwakilan BSA Indonesia, di Jakarta, Selasa (15/12/2009).
Donny mencontohkan mengenai ketidakpahaman polisi dalam hal lisensi software, saat itu polisi mengangkut semua softwarwe, termasuk software open source. Padahal, tidak semua software berlisensi saat itu.
"Untuk software berlisensi juga beda, antara lisensi akademis, dengan lisensi untuk komersial," tambahnya.
Agar masah tersebut tidak menjadi bumerang bagi pihak yang berwajib, maka dibutuhkan solusi yang tepat. Salah satu di antaranya adalah memberikan pelatihan pengetahuan tentang lisensi software.
"BSA mengajar reserse tiap tahun di pusdik reskrim. Juga setiap mau razia, polisi dilatih juga," tandasnya. (srn)