JAKARTA - Juniper Networks mengumumkan bahwa PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) telah berhasil mengaktifkan Juniper Networks SRX5800 Services Gateways dengan jaringan inti packet switch mereka.
Bersamaan dengan Juniper Networks E320 Broadband Services Routers dan Steel-Belted Radius Appliances, Telkomsel mampu mengoperasikan PS Core yang aman, stabil dan berjangkauan luas untuk menampung arus IP yang meningkat dengan sangat cepat. Pada akhir September 2009, Telkomsel telah memiliki 79,77 juta pelanggan, angka yang mewakili lebih dari 50 persen pangsa pasar ponsel di Indonesia yang sangat bersaing ini.
Pada September 2006, Telkomsel meluncurkan layanan 3G/HSDPA yang pertama di Indonesia yang diikuti dengan layanan mobile broadband TelkomselFLASH di tahun berikutnya, dan telah memiliki lebih dari 1.000.000 pelanggan saat ini.
?Penetrasi broadband di Indonesia masih sangat rendah, namun kami melihat bahwa arus IP meningkat pesat, berkat dorongan para pengguna mobile broadband dan pengguna iPhone Apple dan ponsel lain yang menggunakan aplikasi IP canggih lainnya,? kata Siswanto Dasijo, Wakil Presiden Technology Master Plan dari PT Telekomunikasi Selular, melalui keterangan resminya, Rabu (16/12/2009).
?Tahun 2010 merupakan sebuah kesempatan langka untuk meningkatkan pangsa pasar dalam segmen Broadband yang memiliki marjin tinggi ini. Oleh sebab itu, kami telah menaikkan kapasitas jaringan inti packet switch kami dengan menggunakan solusi Juniper untuk memastikan layanan Internet terbaik dan bebas hambatan pagi para pelanggan kami,? tambahnya.
Dengan menggunakan service processing cards (SPCs), SRX5800 Services Gateway Juniper Networks mampu mengatasi skalabilitas linear, dan dengan menggunakan fasilitas lengkap SRX5800, mampu mengatasi lebih dari 120 Gbps firewall throughput. Selain firewall, SPCs dan Junos OS yang menggunakan SRX 5800 juga dapat mendukung berbagai layanan lainnya, termasuk pencegahan gangguan, perlindungan dari distribusi penolakan layanan, translasi alamat jaringan, dan routing dinamis, tanpa memerlukan perangkat khusus untuk layanan tersebut.
?Para penyedia layanan ponsel mengalami kekurangan kapasitas pada gateway Internet mereka dengan banyaknya pelanggan yang menggunakan ?full-fidelity? dan aplikasi-aplikasi IP bisnis yang sangat membebani infrastruktur keamanan mereka,? kata Tedjalesmana Ronny Sumantri, Country Manager Juniper Networks di Indonesia. (tyo)