o1 o2

Techno - Gadget


Pasar Ponsel Melemah Tipis

Sabtu, 19 Desember 2009 - 17:19 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Koran SI - Koran SI
Ponsel

Firma riset Gartner Inc merevisi perkiraan penjualan ponsel global 2009. Pada September, Gartner memperkirakan penjualan ponsel global pada 2009 akan turun 3,7 persen akibat hantaman krisis ekonomi. Kini, Gartner memperkirakan penjualan ponsel global pada 2009 hanya akan turun 0,67 persen menjadi 1,2 miliar unit. Gartner menjelaskan, penjualan ponsel global pada 2009 tidak turun sebesar perkiraan sebelumnya karena terjadi lonjakan permintaan ponsel grey market (pasar abuabu) pada kuartal ketiga (Juli-September) 2009.

Gartner mendefinisikan ponsel grey market sebagai ponsel yang diproduksi para produsen ponsel yang tidak jelas asal-usulnya. Para produsen itu umumnya memproduksi ponsel-ponsel yang tidak dilengkapi IMEI (international mobile equipment identity) yang valid.

"Produsen ponsel grey market umumnya berasal dari China. Ponsel-ponsel mereka umumnya dijual di pasar-pasar berkembang di Asia Pasifik, Eropa Timur, Amerika Latin, dan Timur Tengah. Ponsel grey market sangat laris karena harganya sangat murahm," ujar Research Director Gartner Inc Carolina Milanesi.

Selain karena harganya yang murah, ponsel-ponsel grey market juga diminati konsumen di negara berkembang karena model-modelnya yang atraktif. Bukan rahasia, para produsen ponsel dari China memang gemar menjiplak desain smartphone-smartphone produksi Nokia Corp, Research In Motion (RIM) Ltd,dan bahkan Apple Inc. Bagi konsumen yang beranggaran terbatas tetapi ingin tampil bergaya, ponsel-ponsel jiplakan itu adalah tawaran yang tidak bisa ditolak.

Sebab, dengan anggaran kurang dari USD200, seorang konsumen bisa menenteng ponsel yang berpenampilan mirip smartphone berharga lebih dari USD600. Kendati kehadiran ponsel-ponsel grey market mampu mengerem penurunan penjualan ponsel global pada 2009, serbuan ponsel-ponsel grey market tersebut memukul telak pendapatan para produsen ponsel resmi karena konsumen beranggaran terbatas lebih suka membeli ponsel grey market.

"Produsen yang paling terpukul adalah Nokia karena Nokia memiliki banyak ponsel murah. Pangsa pasar Nokia di segmen kelas pemula terkikis signifikan oleh ponsel grey market karena konsumen lebih suka membeli ponsel grey market daripada ponsel murah Nokia," jelas Milanesi.

Di samping ponsel grey market, Gartner mencermati, produk lain yang mendorong penjualan ponsel global pada 2009 adalah smartphone. Gartner memperkirakan, volume penjualan smartphone global akan terus meningkat dari 2008 hingga 2013.

Namun begitu, Gartner memperingatkan, pertumbuhan penjualan smartphone global akan pudar jika para operator seluler membundel smartphone dengan paket-paket layanan data yang mahal. Sebab, tindakan operator seluler tersebut bisa menyurutkan niat konsumen untuk membeli smartphone. Berdasarkan wilayah, Gartner menambahkan, Asia Pasifik akan terus menjadi pasar ponsel terbesar dunia hingga beberapa tahun mendatang.Gartner mencatat, pada 2008 penjualan ponsel di Asia Pasifik mencapai 453,1 juta unit. Angka itu diperkirakan meningkat menjadi 479,9 juta unit pada 2009 dan 546,8 juta unit pada 2010.

Hingga saat ini Gartner belum selesai menyusun laporan penjualan ponsel global untuk periode kuartal keempat (Oktober-Desember) 2009. Tetapi, laporan Gartner untuk kuartal ketiga 2009 menyatakan, produsen ponsel yang paling sukses pada periode tersebut adalah Samsung Electronics Co Ltd. Pada periode tersebut, Samsung tidak hanya mampu mempertahankan predikat produsen ponsel terbesar kedua dunia, tetapi juga berhasil masuk kembali ke dalam kelompok lima besar produsen smartphone utama dunia.

Dalam industri smartphoneglobal, produsen yang menempati posisi pertama, kedua, ketiga, dan keempat selama beberapa kuartal terakhir memang tidak banyak berubah. Secara berurutan dari yang terbesar, mereka adalah Nokia, RIM, Apple, dan HTC Corp. Namun begitu, produsen yang menempati posisi terbesar kelima selalu berubah, paling tidak dalam dua tahun terakhir. Karena itu, posisi terbesar kelima dalam industri smartphone global kerap disebut sebagai "kursi panas".

"Produsen smartphone yang pernah" duduk "dikursi panas” tersebut antara lain Panasonic Corp, Sharp Corp, dan Fujitsu Ltd. Gartner mencatat, Samsung sendiri pernah memegang predikat produsen smartphone terbesar kelima dunia pada kuartal keempat 2008. Pada saat itu, prestasi Samsung tampak menjanjikan.

Gartner mengungkapkan, pada kuartal keempat 2008 Samsung mampu menjual hampir 1,6 juta unit ponsel di dunia sehingga Samsung pun mampu menguasai pangsa pasar global 4,2 persen. (srn)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com 
Share
o1 o2
o1 o2

0 komentar

[+lihat komentar]


o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4