Getting Time...

Kolom Techno

Twitter Luna Maya dan UU ITE

-
Senin, 21 Desember 2009 16:20 wib
detail berita
Salah satu akun twitter yang diduga milik Luna Maya

Kasus yang terkait dengan teknologi informasi mencuat lagi. Setelah kasus Prita Mulyasari, giliran artis cantik Luna Maya 'tersandung' masalah yang dihubung-hubungkan dengan pelanggaran UU nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), khususnya Pasal 27 ayat 3 mengenai penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Ya, Luna Maya sedang dibidik pencemaran nama baik sehubungan dengan akun Twitternya yang menyebut infotainment derajatnya lebih hina daripada pekerja seks komersial.

Menurut beberapa media, disebut-sebut dalam akun Twitter.com pada Rabu
(16/12/2009) Luna menulis bahwa "Infotemnt derajatnya lebih HINA dr pd PELACUR, PEMBUNUH!!!may ur soul burn in hell". Selain itu, di Tweet yang lain Luna juga menulis "Jadi bingung knp manusia skrng lbh kaya setan dibandingkan dengan setannya sendiri...apa yg disbt manusia udah jadi setan semua??".

Ini yang kemudian dijadikan pegangan PWI untuk mengadukan Luna ke polisi karena melanggar UU ITE, pasal 27 ayat 3 yang sebagaimana diketahui, pada pasal dan ayat tersebut disebutkan bahwa "Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Eletronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik".

Tentu saja, pembuktian apakah benar Luna menulis seperti itu atau tidak, tentu tidak mudah dan agak sulit karena akun yang menggunakan Luna Maya di microblogging Twitter.com sedikitnya ada tiga versi: LunnaMaya, Lunmy dan Lunmay2. Tulisan yang dipersoalkan rekan-rekan infotainment adalah yang di “Lunmy”. Untuk Tweet terakhir dari akun itu 16 Desember 2009, "Luna Maya" sendiri menulis: Maaf yaa semua untuk twit yg gak penting itu, tp untuk yg mengerti makasih bgt, tp untuk yg gak ngerti jg maaf..."

Tapi benarkah itu Luna Maya? Sebab di dunia yang benar-benar maya, apapun bisa terjadi, si A bisa jadi B, si B, bisa jadi si A, bahkan saya pun bisa mengaku sebagai "Luna Maya".

Dari soal tweet men-tweet ini (istilah menyampaikan "apa yang terjadi" melalui twitter.com, ada beberapa hal yang bisa di kedepankan.

Pertama, akun bisa dibuka oleh siapa saja, bahkan mungkin mencatut nama selebritis, pejabat, bahkan bisa saja orang biasa, dengan laki-laki menjadi perempuan, atau perempuan bisa juga menyamar jadi laki-laki. Dengan adanya tiga akun, selain perlu dibuktikan apakah akun tersebut benar merupakan akun Luna Maya sang artis, perlu ditentukan yang manakah akun Luna Maya yang asli.

Kedua, terkait dengan penghinaan atau pencemaran nama baik, sebelum masuk ke UU ITE, perlu dilihat apakah secara linguistik kata-kata tersebut sebagai sebuah penghinaan kepada pihak-pihak tertentu. Jika dirasa memang seperti itu, UU ITE bisa dipakai, hanya memang substansi nya bukanlah ITE tapi penghinaannya/pencemaran nama baik. Hanya saja, perlu juga jadi pertimbangan sebab di Tweet terakhir, 'Luna Maya' sendiri menulis: "Maaf yaa semua untuk twit yg gak penting itu,tp untuk yg mengerti makasih bgt,tp untuk yg gak ngerti jg maaf..." Selain itu, yang juga jadi masalah siapa yang menjadi obyek yang dihina? Kalau ada personal-personal yang merasa dihina dan/atau dicemarkan dengan nama baiknya, apakah itu bisa mewakili apa yang disebut dengan infotainment? bahkan secara lebih luas, infotainment siapa sih?

Ketiga, twitter merupakan media seperti SMS jaman dulu, yang terbatas karakter yang bisa dikirim, 140 karakter, sehingga terkadang informasi (what’s happening, demikian diistilahkan Twitter.com) yang dikirim tidak lengkap.

Sehingga, bukan cuma artis, sesungguhnyasemua masyarakat untuk berhati-hati men-Tweet. Baiknya, karena kita semua baru mengenal dan memanfaatkan teknologi yang berbasis jejaring sosial ini, diperlukan pemakluman dan pemaafan jika memang ada tweet-tweet yang tidak pas. Tapi tentunya, pemilik akun yang menulis kata-kata yang tidak pas, cepat-cepat menghapuskan jika ada pihak lain yang keberatan. Apalagi dalam kenyataannya, antara artis dan infotainment, sesungguhnya telah menjalin hubungan simbiosis mutualisma, kerja sama yang saling menguntungkan. Artis butuh popularitas dan menjalin hubungan dengan fans-nya, dan infotainment butuh artis untuk bahan informasi, dan terkadang juga untuk "dikuliti".

Dan keempat, UU ITE merupakan barang baru, yang sesungguhnya digunakan untuk mencegah fitnah secara elektronik, hal yang tadinya belum terlindungi. Hanya saja, karena "barang" baru, UU ITE terkait pencemaran/Penghinaan baiknya dipakai jika saja jalan damai dan upaya di luar pengadilan sudah tidak bisa ditempuh. Apalagi dalam kasus artis dan infotainment.

Heru Sutadi, Pengamat TI

(srn)

  • kesi » 0 Tanggapan
    Emang...susah jadi selebritis...jadi sasaran empuk pemburu berita. Tapi kan dia juga manusia yg punya batas kesabaran.. Sabar ya buat Luna Maya..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Membuat Blog » 0 Tanggapan
    Makin heboh aja nih kasus Luna.. Memang bener deh kata pepatah Mulutmu harimaumu Ya harus lebih berhati2 aja.. Semua ada hikmahnya koq
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Simbah » 0 Tanggapan
    Saya bukan fans Luna Maya ato artis sinetron indon yg laen, sama sekali bukan, saya malah cenderung nggak respect ma artis2 layar kaca indon. Tapi disini saya liat Luna sbg pihak yg dianiaya, dikebiri, dipojokkan, dihujat di berbagai infotainment dengan berbagai ucapan2 dan sumpah serapah yg tidak layak oleh presenternya (apalagi anak kecil jg nonton). Entah bermaksud untuk semakin memanaskan suasana, menggali dukungan masyarakat atau bermaksud sbgai pembunuhan karakter Luna Maya. Bagi saya lebih menyakitkan berita dan kata2 dari infotainment ketimbang sekasar2nya luapan emosi Luna. Berkali2 dan berulang2 mereka mengatakan " Akan jadi akhir karir Luna maya didunia hiburan " . Malah ada infotainment yg datengin psikolog segala dan menyebut neng Luna otaknya rada gak beres. Situh ada yg mau gak dikatain gila di tv nasional?? Menurut pemikiran saya, jadi selama ini wartawan infoTAInment (insan pers) adalah sudah merasa sebagai " Makhluk yg tak boleh disentuh " . Begitu ada kasus sekecil apapun menyangkut wartawan (atau insan pers) bakal dibesar2kan, tentu saja beritanya bakal dibolak-balik sampai bikin hati eneg, dan demi melakukan itu mereka ngumpet dibalik tameng dengan nama " Kebebasan Pers " . Ndak sadar apa artis juga manusia, punya capek, punya perasaan,. Sementara insan pers sendiri kalo bikin berita nyinyir bin sadiz yg emang bener kata Luna, lebih rendah dari mulut pelacur, jadi tukang fitnah !! Saya dah pernah nyaksiin pake mata kepala sendiri, sombong dan pongahnya mereka (meski gak semua begitu, seperti kebanyakan manusia). Ada wartawan masuk resto t4 saya biasa mangkal, semena2 minta dilayani paling dulu, plus pakai suara tinggi. Seolah pengen menunjukkan " Ini loh saya wartawan jadi jgn macem2 " . Terang aja waitress yg bau kencur mrinding. Rasanya Jijik dan katrok lihat kejadian kyk gitu. Pengen nempeleng aja nih tangan.. Orang nggak ngeh macam ibu saya bisa aja kemakan infotaiment gituan dan komentar " Halah calon anak tirinya kesenggol dikit aja marah2 kayak gitu " . Pengen jelasin opini saya tentang tu fitnah tapi gak kesampaian. Artis mang nggak ada apa2nya tanpa insan pers, juga saya yakin insan pers gak ada apa2nya tanpa penonton yg ikut kemakan infoTAInment seperti ibu saya. Tapi jgn deh kalian merasa paling bener dan merasa jadi makhluk tak tersentuh. Siapa sih lu, sadar dikit napa.. BRAVO LUNA MAYA Sekali lagi saya bahkan sama sekali bukan fans Luna Maya.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • lepphy cute » 0 Tanggapan
    pak g wjr kx seorang luna maya yg sexy di giring ke polda hanya karena gara2 twitter
    Beri Tanggapan Laporkan
  • aphe » 0 Tanggapan
    MaNuSIa Tak Ada Yang SempURna....
    Beri Tanggapan Laporkan

Beri komentar