Getting Time...

Software di Indonesia Tidak Hanya Dibajak, Juga Dipalsukan

Susetyo Dwi Prihadi - Okezone
Selasa, 22 Desember 2009 16:31 wib
detail berita
Software bajakan

JAKARTA - Selama ini Indonesia sudah termasyhur sebagai negara yang paling doyan membajak, salah satunya adalah software. Tapi ternyata, selain di bajak di Indonesia juga gemar memalsukan peranti lunak di pasar.

Perbedaan antara pembajakan dan pemalsuan, menurut Ketua Masyarakat Indonesia Anti Pemalsua (MIAP) Widyaretna Buenastuti terletak pada merek produk yang dihasilkan. Kalau dibajak, pelaku meng-copy sama persis dengan merek yang sama, kalau dipalsukan menggunakan merek berbeda dengan isi yang sama.

"Selain dibajak, softwate di Indonesia juga dipalsukan. Misalnya ada suatu kasus, produk Microsoft dipalsukan mereknya menjadi Microsof, tanpa huruf 'T'," jelas  Widyaretna, usai pembentukan Komunitas Produk Asli, di Hotel Le Meredien, Jakarta, Selasa (22/12/2009).

Ditambahkan oleh Widyaretna, dari hasil penelitian MIAP dengan LPEM FEUI menemukan fakta kalau selama tahun 2000 sampai dengan 2005, akibat pemalsuan software yang mengalami kerugian hingga Rp3,6 triliun. Dan akibatnya, sebanyak 124 ribu lapangan kerja hilang.

"Kebanyakan dari yang dipalsukan tersebut memang software milik Microsoft karena memangkan softwarenya paling laku di sini," cetus wanita berjilbab ini.

Sementara itu, maraknya pembajakan serta pemalsuan tidak terlepas dari daya beli masyarakat yang lemah, hal itu tentu menjadi dilema. Akan tetapi bagi Dirjen HKI Andy Sommeng, perlu ada edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menggunakan produk asli.

Apalagi pemerintah tidak bisa melarang tekonologi baru masuk ke Indonesia, meskipun barang tersebut sangat laku.

"Pemerintah tidak bisa meng-embargo teknologi baru, meskipun barang tersebut laku di Indonesia," tegas Andy. (srn)

  • encrypt » 0 Tanggapan
    wah! klw bayar sih q yakin seratus persennnnnnn (100%),.. Indonesia bakal Gaptek,.. ha ha ha,... apa lg pelarangan teknologi masuk indonesia ky' apa jadinya,.. udah negara berkembang,.. banyak rintangannya lg,.. gmn mo maju,.. hidup Indonesia,.. Maju teruzzz,.. ya,... klw software2 buatan lokal ya jangan lah,.. biar software lokal bisa tumbuh berkembang dengan suburnya,.. cintailah produk dalam negri,.. ha ha ha,..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • kang bual » 0 Tanggapan
    Biarin aja bangsa kita pake bajakan biar rakyat pada pinter, kalo udeh pinter semua boleh tuh ada pelarangan pembajakan....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • EEN » 0 Tanggapan
    indo negara miskin, jangankan buat beli software , tuk makan aja susah...so..kenapa di negara kita banyak orang2 intelek n pandai menguasai bahasa pemrograman n software baru (misal adobe. harga??mahal bngat).itu karena ada pembajak n kita bisa beli perangkat lunak dgn harga murah.dan..mencerdaskan bangsa..bukan berarti mau melegalkan pembajakan ,pembajak mungkan akan hilang jika harga perangkat lunak tsb murah seperti kacang goreng...busseeett.
    Beri Tanggapan Laporkan

Beri komentar