Getting Time...

NSN Tak Gentar Hadapi Perangkat China di Era Pasar Bebas

Stefanus Yugo Hindarto - Okezone
Selasa, 22 Desember 2009 17:00 wib
detail berita
Nokia Siemens

JAKARTA - Penyedia perangkat (vendor) telekomunikasi asal Eropa, Nokia Siemens Network (NSN) mengaku tak gentar berkompetisi dengan kompetitor dari China saat  China-Asean Free Trade Agreement (CAFTA) diimplementasikan tahun 2010.

Implementasi tersebut diprediksi akan membawa implikasi pada murahnya barang-barang dari China di Indonesia.

"Kami tak takut berkompetisi di pasar Indonesia dengan produk mereka (China). Harga bukan segalanya di industri telekomunikasi, yang jelas layanan akan lebih berperan," ujar Head Customer Marketing & Communication Regional Marketing Asia Pacific Nokia Siemens Network (NSN) Harith Menon kepada wartawan di Menara Mulia, Jakarta, Selasa (22/12/2009).

Harith mengungkapkan, NSN sendiri telah melakukan reorganisasi untuk menghadapi kompetisi  di masa depan. Reorganisasi yang dilakukan antara lain, membentuk unit bisnis, jaringan, dan solusi global.

Sementara itu, Head of Strategy and Business Development SubRegion Indonesia Salman Zafar menambahkan, bahwa di industri yang dilihat adalah Total Cost of Ownership (TCO) dan Total Value Ownership (TVO).

"Kami yang terbaik untuk TVO  di industri telekomunikasi," katanya.

Serbuan perangkat asal China, Huawei, mulai bersinar di industri telekomunikasi Indonesia dengan banyak memenangkan tender dari Telkom grup untuk pengadaan perangkat. Huawei berhasil memenangkan tender Palapa Ring, HSPA+. Bahkan Telkomsel berniat mengganti perangkat-perangkat infrastruktur telekomunikasinya di Pulau Jawa dengan menggunakan perangkat Huawei.

Menyikapi hal itu, Harith mengaku tidak khawatir karena itu dianggap hanya kekalahan kecil.

"Ini pertempuran jangka panjang. Masih banyak teknologi yang bisa dijadikan ajang pertempuran," katanya. (srn)

Beri komentar