Getting Time...

Tak Perlu Libatkan Internasional

Singapura-Malaysia Keluhkan CDMA Indonesia

Stefanus Yugo Hindarto - Okezone
Selasa, 22 Desember 2009 18:05 wib
detail berita

JAKARTA - Dua negara tetangga, Singapura dan Malaysia mengeluhkan gangguan sinyal telepon berbasis teknologi CDMA milik operator Indonesia.

"Memang ada komplain dari negara tetangga mengenai jaringan telekomunikasi, terutama di wilayah-wilayah perbatasan. Namun urusannya bukan dengan sesama operator, tapi lebih ke pemerintahan," ujar Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia Heru Sutadi saat dikonfirmasi okezone, Selasa (22/12/2009).

Ditambahkan Heru, antara CDMA 850 Mhz dengan GSM 900 Mhz memang memiliki jarak yang berdekatan. Sinyal CDMA 850 MHZ bersinggungan dengan GSM 900 Mhz sehingga membuat kualitas GSM di Malaysia buruk.

Saat ini, BRTI, khususnya direktorat urusan luar negeri BRTI, sedang melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Sinyal tersebut saat ini digunakan oleh jaringan CDMA milik Indosat dan Mobile-8, yang memiliki produk masing-masing StarOne dan Hepi, dengan jalur frekuensi 850 Mhz Band-B.

"Sebenarnya kasus ini sudah muncul sejak lama. Namun baru sekarang mencuat." ujar Heru.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Informasi dan Humas Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) Gatot S Dewabroto. Menurutnya kasus-kasus seperti itu sudah sering terjadi. Bahkan Gatot sendiri yang memimpin penyelesaian kasus frekuensi di perbatasan pada tahun 2003 hingga 2005.

"Kala itu, setiap enam bulan sekali kami pasti ada pertemuan," ujar Gatot.

Jika BRTI melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Depkominfo mengaku sedang melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada operator-operator yang sinyalnya dituding bocor. Bahkan Depkominfo mengupayakan agar permasalahan ini tidak sampai melibatkan lembaga telekomunikasi internasional.

"Masalah itu tidak perlu diselesaikan di lembaga internasional seperti ITU (International Telecommuncation Union). Cukup diselesaikan antar negara saja," ujar Gatot.

Gatot berjanji masalah ini akan selesai dalam hitungan hari.

"Dalam hitungan hari, atau sepekan ke depan, mudah-mudahan masalah ini bisa diselesaikan. Kami akan melakukan konfirmasi terlebih dahulu," tandas Gatot. (srn)

  • Bacharuddin Abbas » 0 Tanggapan
    begitulah malaysia, klo mereka yang merasa terganggu langsung ribut dan konyolnya pihak indonesia langsung sajamenindaklanjuti. sementara klo pihak indonesia yang diganggu,urusannya jadi panjang,berbelit-belit dan menjengkelkan. he malaysia dan singapura jadilah tetangga yang baik. untuk singapura: kembalikan para penjahat/koruptor dari indonesia. jangan mencari keuntungan dibalik keruwetan hukum di Indonesia.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • kisunda » 0 Tanggapan
    ah singapur dan malaysia negara kecil.. pelanggannya brapa sih ? paling sebanyak penduduk jakarta :D libas aja biar mereka yang ganti frekwensi....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • harun » 0 Tanggapan
    ayo anak2 bangun jangan biarkan mereka bilang bertetangga dengan kita itu beban ,selesaikan segera..! mereka memang bangsa yang suka mengeluh tapi tidak pernah menhasilkan solusi
    Beri Tanggapan Laporkan
  • abu jibril » 0 Tanggapan
    biarin aja lah, kapal perang mereka jg sering bersinggungan bahkan masuk wilayah kita, cuekin ajah....
    Beri Tanggapan Laporkan

Beri komentar