Getting Time...

Facebooker Galang Dukungan Ungkap 'Gurita Cikeas'

Rachmatunnisa - Okezone
Minggu, 27 Desember 2009 14:50 wib
detail berita
(Foto: Facebook)

JAKARTA - Kehebohan penarikan buku "Membongkar Gurita Cikeas" yang ditulis pengamat politik George Junus Aditjondro turut meramaikan ranah jejaring sosial. Terkait kontroversi ini, beberapa grup Facebook mulai bermunculan menggalang dukungan untuk pengungkapan bisnis 'Gurita Cikeas.'

Hingga saat ini, setidaknya ada empat grup Facebook yang tengah menggalang dukungan terkait hal ini. Terdapat tiga grup yang menyatakan penolakan terhadap pembredelan buku "Membongkar Gurita Cikeas", namun anggotanya belum banyak.

Sementara itu, dukungan terbanyak menghampiri grup Facebook "1.000.000 PENDUKUNG GEORGE ADITJONDRO MENGUNGKAP BISNIS GURITA CIKEAS". Pantauan okezone, Minggu (27/12/2009), hingga saat tulisan ini dibuat, grup pendukung George Junus Aditjondro sudah mencapai 362 orang. Jumlah ini pun terus bertambah dua hingga tiga orang setiap menitnya.

Namun pembredelan suatu hasil karya seperti biasanya justru memancing rasa penasaran masyarakat untuk mencarinya. Tak ayal, hal ini malah menjadi ajang promosi gratis bagi si penulis buku itu sendiri.

"Bukunya dimana bisa dibeli? Ada yang punya buku Membongkar Gurita Cikeas?? Pinjem dong.. Kenapa juga sih di tarik dari peredaran?," tulis salah satu pengguna Facebook.

Pengguna Facebook lainnya juga mengungkapkan kekecewaan yang sama dengan hilangnya buku tersebut di pasaran. Padahal, buku tersebut baru meluncur selama tiga hari.

Di dalam buku ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebut-sebut terlibat skandal bank Century. Di duga, buku ini menghilang dari peredaran karena terkait hal itu. Presiden melalui juru bicaranya Julian Aldrin Pasha meminta pertanggungjawaban atas keotentikan validitas data dan metodologi yang digunakan penulis. (rah)

  • Gurita Cikeas » 0 Tanggapan
    Download Gurita Cikeas Full Version http://ali-akbar-firasi.blogspot.com/2009/12/gurita-cikeas-book.html
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Amstrong Sembiring » 0 Tanggapan
    Kebebasan berekspresi dalam bentuk tulisan bersifat karya ilmiah tidak bisa dibatasi oleh Negara, kecuali karya tersebut memang mempropagandakan kekerasan atau permusuhan yang mengarah pada upaya perang, atau yang berbasis kebencian ras, etnik, kebangsaan, agama, atau sikap xenophobia, meskipun Pembatasan terkadang diperbolehkan dengan dalih atas dasar melindungi hak orang lain, keamanan nasional dan publik, kesehatan, dan moralitas publik berdasarkan prinsip yang demokratis (sebagaimana yg diatur oleh Kovenan Hak Sipil dan Politik, khususnya Pasal 19 dan 20). Namun begitu, esensi-Nya HARUS-LAH BUDAYA KITA TERBIASA UNTUK MENGHARGAI KARYA SESEORANG YG TENTUNYA KELAK NANTI HAL INI AKAN MENJADI MERUPAKAN PERPUSTAKAAN ILMU PENGETAHUAN BAGI KITA MANUSIA YANG HAUS AKAN INFORMASI , TERLEBIH KARYA TERSEBUT ADALAH KARYA BERBASIS ILMIAH...:) Bravo Untuk George Aditjondro... :)))
    Beri Tanggapan Laporkan
  • abu ladiin » 0 Tanggapan
    setahu saya yang namanya bredel itu makanan yang enak yang biasa dimakan bersama soto. karena enak maka tidak ada yang boleh menikmati selain yang merasa mau ditelanjangi
    Beri Tanggapan Laporkan
  • pengikut » 0 Tanggapan
    belum baca? bisa unduh disini versi pracetak: http://www.ziddu.com/download/7944791/GURITACIKEASpracetak.pdf.html jika bagus silahkan beli aslinya
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Bang Del » 0 Tanggapan
    Kayaknya kita ini udah mulai kembali ke jaman rezim Pak Soeharto ya. Betul ga sih.. Buku koq dibredel... Sudah kuduga dari dulu Demokrat pasti ada apa2nya neh. Anda teman2ku yang laen, tentukan sikapmu dari sekarang.
    Beri Tanggapan Laporkan

Beri komentar