Getting Time...

Grup Facebook Serukan Nigeria Bukan Teroris

Susetyo Dwi Prihadi - Okezone
Kamis, 31 Desember 2009 10:27 wib
detail berita
Logo Facebook

WASHINGTON - Awal pekan ini, dunia penerbangan di Amerika Serikat tengah diguncang aksi percobaan teror di pesawat milik Northwest Airlines di Bandara Detroit, Amerika Serikat (AS). Diketahui, salah satu teroris tersebut adalah Umar Farouk Abdulmutallab, anak seorang bankir ternama di Nigeria bernama Umaru Mutallab.

Tidak ingin nama negaranya tercoreng, sebuah grup di Facebook dibuat untuk menangkis tudingan yang dilancarkan pihak AS. Grup yang diberi nama Umar Farouk Abdulmutallab's Action: Nigerians are NOT Terrorists, telah sukses menjaring dukungan yang hingga saat ini telah mencapai 43 ribu anggota.

Oleh pengelola, grup ini memang sengaja untuk menangkal tuduhan yang dilancarkan kepada Umar secara umum, dan orang Nigeria secara khusus. Sebab, dengan tudingan tersebut si pengelola ini menegaskan bahwa Nigeria bukan sarang teroris.

"Rakyat Nigeria adalah orang baik, kami bukan teroris, kami mencintai kehidupan," tulis di halaman tersebut, seperti yang dikutip AFP, Kamis (31/12/2009).

Seperti ramai diberitakan, Ayah Umar Farouk dikenal sebagai bankir terkemuka yang memiliki koneksi bagus dengan dunia politik Nigeria. Dia adalah mantan Kepala The United Bank for Africa dan First Bank of Nigeria, dua bank terbesar di Nigeria. Dia juga pelopor bank Islam pertama di Nigeria, Jaiz International Bank yang didirikan pada 2003.

Mutallab telah memperingatkan pihak berwenang bulan lalu soal pandangan-pandangan ekstrim Umar Farouk. Dalam beberapa bulan terakhir, Mutallab dilaporkan sangat khawatir dengan pandangan-pandangan politik putranya. Menurut pejabat AS, Mutallab pernah menghubungi Kedutaan Besar AS di Abuja bulan November untuk menyampaikan kekhawatiran soal putranya.

Menurut Mutallab, putranya adalah mantan mahasiswa universitas di London, tetapi telah meninggalkan Inggris untuk bepergian ke luar negeri. Umar Farouk pernah belajar teknik mesin di University College London. Menurut pihak kampus, Umar Farouk belajar teknik mesin dari 2005 hingga 2008, tetapi belum memastikan apakah pria itu sama dengan yang ditangkap AS. Umar Farouk resmi didakwa oleh hakim federal AS di salah satu rumah sakit di Michigan tempat dia dirawat karena luka bakar.
(tyo)

Beri komentar