Getting Time...

UKM Dominasi Penggunaan SAS Business Analytics

Sarie - Okezone
Sabtu, 2 Januari 2010 11:21 wib
detail berita
Logo SAS

JAKARTA - Lebih dari 80 persen pelanggan SAS di tahun 2009 berasal dari kelas UKM. Hal ini menunjukkan bahwa baik bisnis dengan skala menengah atau enterprises mengetahui pentingnya teknologi business analytics.

Di Amerika Serikat, lebih dari 300 pelanggan baru pada tahun 2009 adalah sektor UKM. Hal ini mencerminkan lebih dari 20 persen pelanggan SAS di sektor UKM beralih ke SAS Business Analytics agar dapat lebih kompetitif. Dengan pengalaman yang memadai di sektor UKM, SAS bersama partner mengerti dengan baik kebutuhan unik setiap perusahaan.

Pada tahun 2008 pelanggan SAS juga kebanyakan berasal dari sektor UKM (perusahaan dengan pendapatan tahunan di bawah USD 500 juta) mengimplementasikan business analytics yang biasanya melibatkan perusahaan tingkat enterprise. Software SAS digunakan di banyak perusahaan tingkat enterprise; 100 perusahaan tingkat atas yang terdaftar dalam 2009 FORTUNE Global 500, 92 di antaranya adalah pelanggan SAS.

"Sektor UKM menghadapi tantangan yang mirip dengan perusahaan tingkat enterprise, tetapi tidak memiliki keperluan khusus, sering tidak memenuhi kebutuhan. Terutama, sektor UKM memerlukan implementasi yang cepat, biaya keseluruhan yang lebih kecil dan kemampuan untuk berinteraksi dengan data di lingkungan yang serba cepat dan dinamis," ujar Lyndsay Wise, Analisis Industri dan Principal di Wise Analytics, melalui keterangan resminya, Sabtu (2/1/2010).

"Kebanyakan sektor UKM tidak bisa merespon akan tantangan yang dihadapi seperti halnya oleh perusahaan besar tanpa memberikan kemampuan visibilitas data dan untuk dengan baik membuat rencana jika terjadi perubahan pasar. Business intelligence memberikan tool yang dibutuhkan untuk merencanakan dan bereaksi lebih cepat di kondisi ekonomi global saat ini," ujar Wise.

Perusahaan kelas menengah memilih SAS Business Analytics pada tahun 2009 yang terdiri dari perusahaan di bidang periklanan, kebun binatang, retail sampai dengan restoran. Perusahaan tersebut antara lain Golfsmith International, Northern Virginia Electric Cooperative, AspenBio Pharma, Falken Tire, BKV advertising, St. Francis Hospital, Big Fish Games, Constant Contact, Morton’s Restaurants dan Hebrew Rehabilation Center.

SAS Business Analytics Framework adalah solusi powerful yang terdiri dari gabungan data terintegrasi, analytics, pelaporan dan portfolio yang fleksibel di industrinya. Fitur-fitur yang ditawarkan dalam produk SAS ditujukan bagi sektor usaha menengah memiliki fitur yang sama seperti yang ada bagi perusahaan besar.

Perusahaan bisa dengan cepat mengatasi isu bisnis yang ada, memanfaatkan penggunaan SAS Business Analytics dari waktu ke waktu untuk mendapatkan peningkatan kinerja yang berkelanjutan. Ketika perusahaan telah memutuskan untuk meningkatkan daya saingnya, SAS Business Analytics menyediakan jalur cepat untuk mencapai nilai yang diinginkan.

Beberapa SMB yang telah mendapatkan banyak keuntungan dari penggunaan SAS Business Analytics antara lain One Communications, StubHub, The Wine House, the Christian Broadcasting Network, International Planning and Research, Oxford Global Resources, Forest2Market dan BGF Industries. (srn)

Beri komentar