Pameran elektronik konsumsi tahunan terbesar dunia Consumer Electronics Show (CES) akan kembali digelar oleh Consumer Electronics Association (CEA) di Las Vegas, Amerika Serikat, 7 hingga 10 Januari 2010.
CEA meyakini, CES 2010 akan lebih meriah daripada CES 2009 karena perekonomian global sudah membaik. CEA menyebutkan, saat ini sudah ada lebih dari 2.500 perusahaan yang sudah mendaftarkan diri untuk memamerkan produk mereka di CES 2010. CEA menambahkan, lebih dari 330 perusahaan yang akan tampil di CES 2010 adalah pendatang baru. Artinya, perusahaan-perusahaan tersebut sebelumnya sama sekali belum pernah tampil di CES.
Selama penyelenggaraan CES 2010, CEA menjelaskan akan ada lebih dari 20.000 jenis produk elektronik konsumsi baru yang dipamerkan. Di samping itu, CES 2010 juga akan diisi lebih dari 250 sesi seminar yang menampilkan lebih dari 800 pembicara dari industri teknologi elektronik konsumsi.
"Jumlah perusahaan peserta pameran, jumlah produk baru yang dipamerkan,dan jumlah sesi seminar yang akan berlangsung, akan menjadikan CES 2010 sebagai CES paling ramai yang pernah diselenggarakan CEA," ungkap President & Chief Executive Officer Consumer Electronics Association Gary Shapiro.
Shapiro boleh saja mengungkapkan optimisme tinggi tersebut. Namun, fakta bisa berbicara lain. Di sejumlah penjuru bumi, kondisi perekonomian memang sudah membaik. Namun demikian, para raksasa teknologi, terutama yang berasal dari Amerika Serikat, belum sepenuhnya pulih. Terbukti, Dell Inc masih berencana merumahkan 700 karyawan di pabriknya yang terletak di Malaysia untuk meningkatkan efisiensi. Artinya, penjualan produk Dell belum sepenuhnya pulih mendekati kapasitas produksi sebelum krisis. Target 2.500 perusahaan yang diungkapkan CEA untuk CES 2010 juga terbilang kecil.Sekadar catatan, pada 2008 CES diikuti 3.000 perusahaan.
Namun pada 2009, CES hanya diikuti 2.700 perusahaan. Pada tahun silam, banyak perusahaan tidak memamerkan produk di CES 2009 untuk menghemat modal. Untuk CES 2010, CEA juga tidak berani mengungkap perkiraan jumlah pengunjung. Diketahui, jumlah pengunjung CES 2009 turun 22 persen dibandingkan CES 2008. CEA mengungkapkan, CES 2008 dihadiri 141.150 pengunjung, sedangkan CES 2009 hanya dihadiri maksimum 110.000 pengunjung. Temuan ini mengejutkan. Sebelum penyelenggaraan CES 2009, CEA memang sudah memperkirakan jumlah pengunjung akan turun.
Namun, penurunan yang terjadi diperkirakan hanya berkisar 10.000 orang menjadi 130.000 pengunjung. Penurunan 22 persen jumlah pengunjung CES 2009 adalah bukti bahwa krisis ekonomi global berdampak serius terhadap industri teknologi. Banyak konsumen bahkan tidak lagi rela membelanjakan uang untuk melihat produk-produk baru di CES 2009 untuk menghemat tabungan. CES adalah pameran tahunan yang sudah berlangsung sejak 1967.
Akibat pukulan krisis, CES 2009 menjadi CES paling suram dalam sejarah. Pada 2008, CES menempati ruang seluas 32 kali lapangan sepak bola. Akibat krisis, pada 2009 CES hanya menempati ruang seluas 29 kali lapangan sepak bola. Bahkan saat gemerlap CES 2009 meredup, CEA masih berusaha menampik kenyataan.CEA berkilah,jumlah pengunjung CES 2009 turun tajam karena CEA berusaha membatasi jumlah pengunjung CES 2009 dengan membebankan uang pendaftaran USD100 per pengunjung.
"Dewan CEA ingin menyaring pengunjung CES 2009. Dewan ingin pengunjung yang datang ke CES 2009 hanya orang-orang yang berniat melakukan bisnis, tidak sekadar melihat-lihat dan memenuhi ruangan," tandas Shapiro.
Selama penyelenggaraan CES 2009, ruang-ruang pamer di sana memang tampak sangat lengang. Bahkan, ruang-ruang pamer para raksasa teknologi seperti Microsoft Corp, Intel Corp, dan Motorola Inc juga sepi. Di ruang-ruang pamer itu, penjaga pameran lebih banyak mengobrol dengan rekan seprofesi daripada melayani pengunjung. Pada saat yang sama, para SPG (sales promotion girl) tampak berebut pengunjung dengan rekan seprofesi untuk membawa pengunjung itu masuk ruang pamer masing-masing.
"CES 2009 benar-benar sepi. Ini adalah reaksi dari krisis ekonomi," tandas Vice President Marketing DTS (produsen teknologi audio digital) Tom Dixon kepada Reuters. Di samping penuh produk elektronik terbaru, secara tradisional penyelenggaraan CES juga diwarnai kehadiran para selebriti dunia hiburan dan olahraga, yang digandeng para produsen teknologi untuk mempromosikan produk mereka. Namun, pada 2009 jumlah selebriti yang tampil di CES juga susut.
Tercatat hanya aktor Tom Hanks, musisi R&B Usher, dan bintang bisbol Reggie Jackson yang hadir di CES 2009. Kehadiran mereka ternyata juga tidak mampu mendongkrak jumlah pengunjung CES 2009. Bahkan Chief Executive Officer Walt Disney Co Bob Iger, yang pada tahun-tahun sebelum 2009 selalu hadir di CES, tidak dapat hadir di CES 2009 karena Disney sedang melakukan penghematan besar-besaran.
Pengurangan kehadiran eksekutif juga dilakukan Time Warner Inc dan News Corp, yang sedang ditekan untuk melakukan penghematan jutaan dolar AS per tahun. Untuk mengundang sebanyak mungkin pengunjung pada saat penyelenggaraan CES 2009, hotel-hotel di Las Vegas pun membanting harga sewa kamar. Bahkan, ada hotel yang berani memangkas harga dari beberapa ratus dolar AS per malam menjadi hanya USD75 per malam. Namun, CEA menjelaskan, pemangkasan harga yang dilakukan hotel-hotel Las Vegas untuk para calon pengunjung CES 2009 ratarata berkisar 20 persen. (srn)