MOUNTAIN VIEW - Google tidak pernah main-main dengan setiap strategi yang dilancarkannya. Untuk melesatkan posisinya di pasar internet mobile, Google gencar memperkenalkan ponsel besutannya dan menjualnya secara langsung ke konsumen.
Ponsel layar sentuh bernama Nexus One ini menjadi penanda keberanian langkah Google di luar internet, lahan utama yang telah lama digelutinya. Nexus One menjadi ciri pertama kalinya perusahaan yang menginjak usia 11 tahun ini berjualan perangkat elektronik di bawah sebuah merk yang sudah dikenal luas.
Google dipastikan telah mengapalkan Nexus One secara eksklusif melalui toko online resminya. Ponsel tersebut dibanderol seharga USD179 atau Rp1,6 juta dengan kontrak dua tahun dari operator T-Mobile USA atau USD529 atau Rp4,9 juta tanpa kontrak. Ini artinya, Google telah bergabung dengan 20 ponsel Android lainnya yang telah menggelontor hampir di seluruh dunia, baik dari HTC, Motorola maupun merek lainnya.
Para analis memprediksi ponsel dengan desain licin tersebut bisa sangat menguntungkan bagi Google. Belum apa-apa, pengumuman strategi terbaru Google sudah meningkatkan sahamnya di bisnis ponsel cerdas yang baru dimasukinya dua tahun lalu. Seperti diketahui, Google sebelumnya sudah pernah memasuki bisnis ini dengan mengembangkan peranti lunak Android untuk ponsel cerdas yang dibesut perusahaan lain.
Nexus One yang rancangannya merupakan hasil kolaborasi dengan produsen hardwar HTC, memungkinkan Google untuk bisa bersaing dengan iPhone Apple dan Blackberry RIM.
"Keputusan Google untuk menjual ponsel dengan merk sendiri memungkinkannya lebih fokus mengontrol perangkat dan pengalaman software, karena mereka sadar mereka bersaing dengan pemain tersohor seperti Apple," kata analis dari Interpret Michael Gartenberg seperti dikutip dari Reuters, Rabu (6/1/2010).
Executive Google membocorkan, pada musim semi Google akan memperluas pemasaran ponselnya dengan operator lain, yaitu Verizon Wireless untuk pemasaran di AS dan Vodafone untuk pemasaran di Eropa. (rah)