Getting Time...

'Space Monkey' di YouTube Picu Kekerasan Anak

Rachmatunnisa - Okezone
Kamis, 7 Januari 2010 12:55 wib
detail berita
Space Monkey menjadi permainan yang sering dimainkan anak-anak di AS, Inggris dan Prancis. (Foto: Sky News)

WASHINGTON - Sebuah video yang menampilkan aksi anak-anak yang saling mencekik menyebar dengan cepat di internet. Para ahli dan pemerhati anak khawatir video ini menginspirasi anak-anak lain untuk menirunya.

Permainan saling mencekik secara bergantian yang disebut Space Monkey ini dilakukan dengan mencekik atau menekan cabang pembuluh arteri di leher sekuat-kuatnya untuk menghentikan aliran darah ke kepala. Saat korban mulai terlihat sulit bernafas, teman lain yang mencekik akan melonggarkan tekanannya, membiarkan temannya mendapat sedikit oksigen. Namun kemudian, si pencekik akan beraksi lagi, dan begitu seterusnya.

Professor Steve Field, ahli dari Royal College of General Practitioners menyebutkan, permainan ini sangat berbahaya dan berisiko menghilangkan nyawa orang lain. Jika tidak sampai mati pun, melakukan Space Monkey bisa menyebabkan pingsan dan kerusakan otak karena asupan oksigen ke otak sengaja dibuat tersendat-sendat.

"Korban akan menderita asphyxia anoxia, yaitu kekurangan asupan oksigen ke otak. Hal ini akan mengakibatkan kerusakan otak," kata Field.

Permainan Space Monkey yang dikenal anak-anak di AS, Inggris dan Prancis ini mulai menimbulkan kekhawatiran besar bagi para orangtua. Apalagi, praktik ini sudah menjalar di internet, dimana anak-anak merekam bagaimana mereka melakukan aksi berbahaya dalam sebuah video yang diposting di YouTube, lalu saling berbagi video tersebut.

Center for Disease Control and Prevention AS seperti dikutip dari Sky News, Kamis (7/1/2010) mengklaim, dalam 10 tahun terakhir ada 86 anak yang meninggal akibat melakukan permainan Space Monkey.

Sementara itu juru bicara YouTube ikut cemas mengetahui situs mereka disalahgunakan. Menurut YouTube, mereka akan dengan tegas menindak siapa saja yang menyebarkan video-video yang bisa berdampak negatif bagi para penonton.

"YouTube merupakan situs komunitas yang digunaka oleh jutaan orang untuk berbagai hal yang posisitif. Namun sangat disayangkan ada pula segelintir pengguna yang berusaha mendobrak aturan," kata juru bicara YouTube.

"Jika konten tersebut melanggar peraturan, kami akan segera menghapusnya. Jika setelah dihapus, kemudian pengguna tersebut mengulanginya lagi, maka kami akan menonaktifkan akun mereka," tambahnya. (rah)

Beri komentar