Getting Time...

BenQ Targetkan Market Share 10%

Susetyo Dwi Prihadi - Okezone
Selasa, 12 Januari 2010 14:06 wib
detail berita

JAKARTA -  Selama 2009 vendor PC BenQ meraih penjualan yang kurang memuaskan di pasar komputer Indonesia. Terbukti setahun kemarin BenQ hanya menguasai market share sebesar 10 persen saja. Alhasil raihan posisi mereka juga tidak terlalu menggembirakan.

"Merek BenQ menurut data yang dikeluarkan IDC memang sempat naik di posisi lima sampai pertengahan 2009 lalu, namun agak menurun ke tempat ke tujuh di penghujung tahun," jelas Sales & Marketing JoyBook BenQ Famella, saat peluncuran produk terbaru, di Hotel Novotel, Jakarta, Selasa (12/1/2010).

Ditambahkan Famella, ada banyak faktor yang membuat penjualan vendor asal Taiwan itu mengalami penurunan. Salah satunya adalahnya kurangnya variasi yang ditawarkan oleh BenQ. Selama 2009 kemarin saja, mereka menggelontorkan semua jenis untuk notebook ataupun netbook dalam 10 seri saja.

"Selain itu juga, sebagian besar produk yang kami tawarkan tersebut kebanyakan dijual tanpa sistem operasi, alias kosong. Kalau sekarang, sejak ada Windows 7 kita jadi bisa menawarkan notebook dengan sistem operasi standar, tapi dengan harga yang cukup terjangkau," tambahnya.

Melihat hal tersebut pula, BenQ optimis akan menapaki 2010 ini dengan raihan yang lebih baik lagi. Vendor ini pun menargetkan mampu menguasai market share sebanyak 10 persen, dan berusaha agar mampu finisih di urutan tiga besar pada 2010 ini.

Selain dengan optimisme, BenQ juga akan mencoba menawarkan strategi baru yang belum disentuh oleh vendor lain manapun. Salah satunya dengan lebh memperbanyak mengeluarkan seri notebook CULV dan ULV. Kedua seri tersebut memiliki keuntungan, yaitu ringan, tipis dan memiliki daya tahan baterai yang lebih panjang. Terlebih setelah disematkan dengan kartu chip Intel Celeron ULV, yang membuatnya mempunyai kemampuan seperti notebook premium tapi dengan harga yang terjangkau.

"Sampai dengan Juni 2010, kita akan merilis lima seri yang kebanyakan dari segmen CULV dan ULV. Ini sesuai dengan selera pasar Indonesia saat ini yang menyukai notebook tipis, ringan dengan harga terjangkau," tandas Famella. (tyo)

Beri komentar