BEIJING - Pemerintah China berkomitmen untuk memerangi aksi-aksi serangan di internet (cyber attack). Bahkan pemerintah meminta seluruh negara untuk membantu memperketat keamanan jaringan internet.
"Internet di China merupakan dunia yang terbuka. China merupakan korban dari tindakan kejahatan cyber yang saat ini sedang berlangsung," ujar pejabat senior di departemen informasi China Wang Cheng, seperti dikutip melalui Xinhua, Jumat (15/1/2010).
Pejabat senior itu memaparkan bukti-bukti kejahatan internet yang ditargetkan kepada China. Intinya, pada tahun 2008 cyber attack terhadap situs China telah meningkat sekira 148 persen sepanjang tahun.
Mereka juga mennginformasikan, dunia internet sangat dipenuhi oleh konten pornografi, tidak hanya di internet PC tapi juga ponsel. Bahkan badan informasi mengenai internet ilegal di China telah menemukan, sedikitnya ada 80.000 situs yang mengandung konten asusila, yang ditemukan di internet dan situs mobile WAP.
"Kebanyakan konten tersebut berasal dari negara di luar China, atau setidaknya berasal dari server yang terletak di luar China," ujarnya.
Menurutnya seluruh negara harus berperan aktif dan secara efektif melakukan pengaturan keamanan jaringan internet. Serta sebisa mungkin, permasalahan internet mereka tidak sampai mempengaruhi jaringan internet di negara lain.
Wang juga menambahkan, pemerintah China akan terus mengundang partisipasi publik untuk melakukan monitoring langsung terhadap konten yang tidak diinginkan di internet, khususnya situs porno. Hal ini akan menciptakan kehidupan berbangsa dan bernegara yang sehat. (srn)