JAKARTA - Sejak resmi menjabat sebagai kepala Observatorium Boscha yang baru mulai 1 Januari 2010, Hakim L Malasan mulai disibukkan dengan berbagai penelitian astronomi bersama tim Boscha.
Saat dihubungi Okezone, Kamis (14/1/2010), Hakim menyebutkan tengah mempersiapkan pemantauan fenomena gerhana Matahari 15 Januari. Di sela-sela obrolan tentang prediksi gerhana Matahari sebagian, Hakim menegaskan komitmennya untuk memberikan informasi astronomi yang lebih berkualitas kepada masyarakat.
"Meneruskan kepemimpinan pak Taufik Hidayat, Boscha akan lebih menekankan pada kualitas tak hanya kuantitas," kata Hakim.
"Berbagai program yang melibatkan masyarakat seperti open house Boscha setiap bulan Maret dan space week akan terus digalakkan untuk lebih meningkatkan minat masyarakat terhadap astronomi," tambahnya.
Dengan adanya tambahan beberapa perangkat penelitian astronomi baru, diharapkan akan bisa menambah kualitas informasi yang disampaikan Boscha. Salah satu perangkat terbaru itu adalah teropong surya. Hakim menyebutkan, data hasil pemantauan teropong surya akan disiarkan langsung melalui internet secara realtime. Dengan demikian, data tersebut bisa dilihat oleh masyarakat dan dapat dimanfaatkan untuk penelitian lebih lanjut.
Seperti diketahui, selama ini Boscha menjadi penggiat informasi bidang astronomi melalui ceramah, diskusi dan kunjungan terpadu ke fasilitas teropong untuk melihat objek-objek langit. Boscha memperkenalkan keindahan sekaligus deskripsi ilmiah alam raya kepada masyarakat.
"Observatorium Boscha tidak hanya berperan sebagai lembaga ilmiah saja tetapi juga tempat wisata edukasi yang bisa menyasar target pendidikan ke masyarakat untuk mengenal sains dan dunia astronomi," kata Hakim.
Hakim yang sudah menjadi peneliti Boscha selama 30 tahun pun sempat menyebutkan, jumlah peneliti bidang astronomi di Indonesia masih terbatas, sementara banyak informasi di bidang ini yang harus disampaikan ke masyarakat. (rah)