Getting Time...

Ballmer: Microsoft Tetap Beroperasi di China

Sarie - Okezone
Jum'at, 15 Januari 2010 11:08 wib
detail berita
CEO Microsoft Steve Ballmer

WASHINGTON - Produsen software ternama, Microsoft memutuskan untuk tidak mengikuti jejak Google yang menarik diri dari China karena jaringannya diserang penjahat cyber.

"Saya tidak mengerti mengapa Google memutuskan untuk menarik operasionalnya di China. Padahal, serangan jaringan selalu terjadi setiap hari. Semuanya sepertinya hal yang biasa saja," ujar CEO Microsoft Steve Ballmer, seperti dikutip melalui The Globe and Mail, Jumat (15/1/2010).

Menurutnya, serangan jaringan internet yang terjadi setiap harinya telah dialami oleh setiap perusahaan internet dunia sehingga hal itu dianggap sebagai sesuatu yang biasa dan tidak perlu terlalu diambil hati.

Lebih lanjut, ketika ditanya mengenai rencana Microsoft menarik bisnisnya di China, Ballmer dengan tegas mengatakan bahwa perusahaannya tidak memiliki niat sama sekali untuk keluar dari China.

"Saya rasa menarik diri dari China juga tidak akan berarti apa pun. Tidak membantu kami dan juga tidak membantu China sama sekali," ujar Ballmer.

Google sendiri sudah mendapatkan serangan dari para peretas tersebut sejak pertengahan Desember lalu. Masalah yang serupa juga dialami 30 perusahaan AS di China, termasuk Adobe System, Yahoo dan Microsoft yang diduga turut menjadi sasaran. Serangan itu sendiri dilakukan peretas dengan memanfaatkan bug email melalui peranti lunak tertentu. Kebanyakan pembobolan itu sendiri dilakukan untuk mencuri informasi dari email para aktivis HAM di China.

Akibat serangan tersebut, Google berencana untuk menghentikan operasi unit bisnis mesin pencarinya di China, yang sudah mereka jalankan melalui Google.cn. Namun sebelumnya, Google akan membuka terlebih dahulu sensor internet yang selama ini dilakukan oleh Google atas perintah China sehingga Google tidak akan lagi menyortir hasil pencarian apapun yang dilakukan oleh warga China. (srn)

Beri komentar