JAKARTA - Tender Billing System PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) mulai dipersoalkan. Pasalnya tender senilai Rp1,2 triliun ini bermasalah karena dianggap tidak transparan dalam pelaksanaannya.
Namun, indikasi ketidaktransparanan tersebut dibantah langsung oleh direktur utama Telkomsel, Sarwoto Atmosutarno.
"Itu hanya pernyataan dari yang kalah. Sebentar lagi akan diumumkan pemenangnya," kata Sarwoto usai acara peluncuran LangitMusik Telkomsel di Blowfish, Wisma Mulia, Jakarta, Senin (18/1/2010).
Sebelumnya, tender senilai 1,2 triliun rupiah itu dinilai sarat aroma ketidakberesan. Salah satunya adalah perlakuan yang tidak adil ke peserta tender. Dalam pelaksanaan Prove of concept (POC) untuk peserta tender waktunya sengaja dibuat sangat ketat. Hal tersebut menguntungkan dua vendor yaitu Convergyst dan Amdocs.
Convergyst merupakan perusahaan asal Israel yang selama ini berpengalaman dalam menangani tagohan eksisting sehingga dianggap sudah siap segala sesuatunya.
Sementara, Amdocs yang juga masih berhubungan dengan Israel sudah diberi kesempatan 6 bulan sebelumnya untuk POC.
Tender yang dilakukan Telkomsel juga menggunakan dua vendor, masing-masing untuk On Line Charging System (OCS) dan System Control Point (SCP). Padahal seharusnya Sistem yang ideal adalah apabila OCS dan SCP berasal dari satu vendor. Hal ini ditujukan agar perusahaan mendapatkan performa lebih bagus dengan harga murah.
Pemenang Tender rencananya akan diumumkan pada kuartal pertama 2010 ini. (srn)