Getting Time...

Alibaba: Dukung Google, Yahoo Ceroboh!

Susetyo Dwi Prihadi - Okezone
Senin, 18 Januari 2010 09:39 wib
detail berita

BEIJING - Dukungan Yahoo terhadap Google yang mengalami masalah di China, mematik reaksi dari situs jual beli online Alibaba. Pasalnya, menurut Alibaba pernyataan Yahoo tersebut merupakan kecerobohan.

"Alibaba Grup telah melakukan pembicaraan dengan Yahoo terkait pernyataan mereka yang mendukung posisi Google. Menurut kami, itu adalah sebuah kecerobohan," jelas juru bicara Alibaba Grup, seperti yang dilansir Yahoo Tech, Senin (18/1/2010).

Alibaba Grup sendiri merupakan situs yang kepemilikan 39 sahamnya dimiliki oleh Yahoo. Mereka menanam saham di Alibaba, seiring dengan penutupan kantor mereka di China.

Namun, pada akhir tahun lalu secara mengejutkan Yahoo menjual sebagian besar sahamnya. Ini yang membuat para eksekutif di Alibaba merasa kecewa, terlebih setelah kurang harmonisnya petinggi situs tersebut ketika CEO Yahoo Jerry Yang mundur dari jabatannya.

Sementara itu seperti diketahui, perseteruan Google terkait kebijakan pemerintahan China yang melakukan sensor ketat, dikabarkan membuat rakasasa software tersebut berencana menarik bisnisnya dari negeri Tirai Bambu tersebut. Google juga menuduh pemerintah China dibalik serangan hacking terhadap sejumlah email milik aktivis HAM.

Namun, menurut juru bicara Google Jessica Powell, perusahaannya membantah telah menarik diri dari China. Melalui pesan elektroniknya, mereka hanya mengatakan bahwa Google berharap China mau mengurangi sensor ketat yang dilakukan terhadap mesin pencarinya, Google.cn

Sayangnya, belum ada kesepakatan antara Google dengan otoritas setempat. China tetap pada pendiriannya untuk melakukan sejumlah kebijakan yang dianggap terlalu mengekang kebebasan dalam berpendapat di dunia maya. Walaupun, pada akhirnya itu tak membuat jumlah pengguna internet di China berkurang.

Dalam sebuah survei ditemukan kalau telah terjadi peningkatan sebesar 30 persen dari tahun lalu untuk pengguna internet di negara yang menganut paham komunis tersebut.

Data itu menyebutkan sebanyak 384 juta orang menjadi pemakai internet, angka ini juga melonjak dua kali lipat dari sebelumnya. Pemakainya masih bisa akan bertambah, mengingat jumlah penduduk China yang mencapai 1,6 miliar orang. (tyo)

Beri komentar