Topik » nokia LG apple more...
Getting Time...

Inggris Tak Ikuti Jejak Prancis & Jerman Blokir IE

Rachmatunnisa - Okezone
Rabu, 20 Januari 2010 11:01 wib
detail berita
(Foto: Ist)

LONDON - Prancis dan Jerman berkeras melarang warganya menggunakan Internet Explorer (IE). Sementara Inggris yang dahulu kerap 'memusuhi' browser besutan Microsoft ini memperlihatkan sikap yang lebih lunak.

Pemerintah Prancis maupun Jerman menyarankan agar para pengguna komputer mengunduh dan menggunakan web browser alternatif setelah pihak keamanan internet menemukan terdapat cacat pada IE.

Firefox dan Chrome Google merupakan dua di antara sekian banyak browser alternatif yang direkomendasikan oleh pemerintah Prancis kepada warganya. Tidak jauh berbeda dengan Prancis, pemerintah Jerman pun menerapkan kebijakan yang sama. Setelah mengetahui IE berisi cacat keamanan serius, Jerman khawatir warganya yang masih menggunakan IE akan rentan terkena serangan hacker dan pelaku kejahatan cyber.

Lalu bagaimana dengan Inggris? Seperti kita tahu, sebelumnya Inggris sangat keras menentang Microsoft akibat monopoli browser IE di negara mereka. Namun sikap yang ditunjukkan Inggris ternyata di luar perkiraan. Juru bicara pemerintahan Inggris dari British Cabinet Office menyebutkan pihaknya tidak akan memberlakukan peringatan yang sama dengan Prancis maupun Jerman. Sebagai gantinya, Inggris akan merujuk siapa pun yang peduli akan keamanan cyber agar mengakses getsafeonline.org. Demikian keterangan yang dikutip dari Telegraph, Rabu (20/1/2010).

Rujukan untuk tidak menggunakan browser IE di Jerman dan Prancis muncul setelah ramai pemberitaan terkait serangan akun email yang menimpa para aktivis HAM di China pekan lalu. Inggris mengakui dengan adanya contoh tersebut, IE sangat rentan dibobol. Namun Inggris boleh dibilang cukup santai menghadapi isu ini. Sebaliknya, Jerman dan Prancis langsung bereaksi keras menanggapi ini dengan mengeluarkan kebijakan baru mereka.

Kepala bidang keamanan dan privasi Microsoft Inggris Cliff Evans menilai bahwa reaksi Jerman dan Prancis tersebut terlalu berlebihan. Sebagai solusinya, Evans menyarankan agar mereka yang masih menggunakan IE versi 6 agar mengupgradenya ke IE 8. Menurutnya IE versi terbaru lebih aman dan tahan terhadap serangan. (rah)

Beri komentar