Getting Time...

Pasar SSD Kebal Krisis

Koran SI - Koran SI
Jum'at, 22 Januari 2010 11:20 wib
detail berita
Solid State Drive

SSD sesungguhnya lebih murah daripada HDD karena SSD berumur lebih panjang. Pada 2012, sebanyak 35 persen dari seluruh notebook terbaru di dunia akan dibangun menggunakan media penyimpan SSD.

Pada 2009, hampir seluruh sektor di pasar teknologi informasi menderita penurunan penjualan akibat dampak krisis finansial global. Namun demikian, firma riset International Data Corp (IDC) mengungkapkan, pasar SSD (solid state drive) ternyata terus bertumbuh. SSD adalah media penyimpan berbentuk mirip HDD (hard disk drive).

Namun berbeda daripada HDD yang berisi cakram logam, SSD memiliki komponen utama berupa memori flash. SSD banyak ditanam di komputer-komputer kelas premium. IDC menjelaskan, pada 2009 volume penjualan SSD global mampu menembus angka 11 juta unit. Artinya, volume penjualan SSD pada 2009 meningkat sekitar 14 persen dibandingkan pada 2008. Karena penjualan SSD terus meningkat, bahkan pada masa krisis seperti 2009, IDC meyakini penjualan SSD akan terus berlanjut hingga 2013.

"Dari 2008 hingga 2013,volume penjualan SSD global meningkat rata-rata 54% per tahun. Peningkatan volume penjualan tersebut disertai pula dengan pertumbuhan pendapatan. Karena krisis sudah berakhir, kami semakin optimistis terhadap masa depan SSD," tutur Manager HDD & SSD Components Research IDC Jeff Janukowicz.
IDC mengungkapkan, adopsi SSD terus meningkat karena harga SSD terus turun seiring penurunan harga memori flash, yang menjadi komponen utama SSD. Dibandingkan HDD, harga SSD yang memiliki kapasitas setara memang masih lebih tinggi. Namun IDC menyebutkan, selisih harga itu kini tidak lagi terlalu besar sehingga konsumen rela mengeluarkan uang sedikit lebih banyak untuk SSD, demi mendapatkan nilai tambah berupa pening-katan kinerja dan pemangkasan konsumsi energi yang ditawarkan SSD.

Ketika selisih harga SSD dengan HDD semakin tipis, IDC meyakini SSD akan semakin banyak digunakan pada komputer-komputer baru, terutama notebook dan netbook. Lebih dari itu, SSD juga akan semakin banyak digunakan pada mesin-mesin storage(penyimpan data) di perusahaan. Laporan IDC ini selaras dengan laporan firma-firma riset pasar teknologi informasi yang lain.Salah satunya adalah iSuppli Corp.

Dalam laporan terpisah, iSuppli meyakini pada 2012 sebanyak 35 persen dari seluruh notebook terbaru di dunia akan dibangun menggunakan media penyimpan SSD, menggantikan HDD. iSuppli menjelaskan, pada 2008 penjualan SSD global menghasilkan pendapatan sekitar USD127 juta. Pada 2009, angka itu melambung menjadi USD883 juta. Pada sisi volume, penjualan SSD global pada 2008 baru mencapai 1,4 juta unit. Pada 2009, angka itu mampu menembus 5,8 juta unit. iSuppli menambahkan, pendapatan SSD global akan meningkat rata-rata 142,8 persen per tahun mulai 2008 hingga 2013 sehingga pada 2013 pendapatan SSD global akan mencapai USD10,8 miliar.

Pada saat yang sama, volume penjualan akan bertumbuh rata-rata 115,6 persen per tahun sehingga penjualan SSD global pada 2013 akan mencapai 65,2 juta unit.
"Namun, perkiraan-perkiraan ini akan terwujud apabila para produsen SSD mampu memberikan pemahaman tentang manfaat SSD kepada konsumen dan menawarkan produk dengan harga lebih kompetitif dibandingkan dengan HDD," tutur Senior Analyst Storage & Mobile Memory iSuppli Corp Michael Yang.

Senada dengan IDC, iSuppli menilai SSD dalam beberapa tahun mendatang akan lebih banyak digunakan pada notebook dan netbook. Sedangkan untuk menggantikan HDD dalam storage di data center perusahaan, harga SSD masih terlalu mahal dibandingkan HDD.

"Pada saat ini, SSD ideal digunakan untuk menggantikan paling sedikit 10 persen HDD dalam data center. SSD cocok untuk menjalankan aplikasi yang menuntut transaksi data super cepat.HDD kewalahan menjalankan aplikasi itu karena kecepatannya tidak cukup tinggi," tutur Senior Analyst Storage Systems iSuppli Corp Krishna Chander. (srn)

Beri komentar