Getting Time...

Amdocs Pernah 'Terganjal' Kasus Penyadapan di AS

Stefanus Yugo Hindarto - Okezone
Selasa, 26 Januari 2010 16:39 wib
detail berita
Amdocs

JAKARTA - Kontroversi mengenai keikutsertaan, perusahaan Amerika Amdocs dalam tender Billing System salah satu operator di Indonesia masih saja berlanjut. Pasalnya perusahaan tersebut diduga adalah perusahaan Israel, sehingga tidak dapat mengikuti tender. Diketahui, Indonesia belum membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Tapi berulang kali, perusahaan penyedia perangkat lunak (software) dan jasa untuk penagihan tersebut membantah adanya hubungan antara Amdocs dengan Israel. Bahkan duta besar Amerika Serikat pun langsung turun tangan untuk mengklarifikasi masalah tersebut kepada Menkominfo, Tifatul Sembiring. Tak pelak, Amdocs pun dipersilahkan untuk mengikuti tender billing system karena duta besar AS berhasil meyakinkan Tifatul bahwa Amdocs adalah perusahaan yang tercatat di bursa New York dan berdomisili di Missiouri, Amerika Serikat.

Tapi, apakah Amdocs benar-benar tanpa cacat dan tak ada hubungan dengan Israel? Sebuah laporan mendalam yang ditulis Richard H Curtiss yang dikeluarkan Washington Post edisi Juni 2000, sempat menyeret nama Amdocs dalam kasus penyadapan telepon di gedung putih.

Dalam laporan Richard H Curtiss, ia menyebutkan penyadapan telepon dan pencurian data-data penting intelijen AS oleh anggota Mossad sebagai bagian dari aksi spionase. Lantas apa hubungannya dengan Amdocs? Aksi-mata-mata yang dilakukan Israel terhadap Amerika Serikat tersebut diduga melibatkan seorang karyawan Amdocs yang ketika itu menjadi subkontraktor pada program billing telepon untuk CIA. Karyawan pria yang diduga anggota intelijen Israel Mossad tersebut memiliki seorang istri yang bekerjad di kedutaan Israel di Washington.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa, FBI meyakini Israel telah melakukan penyadapan telepon dan layanan komunikasi lainnya di sejumlah wilayah basis Pemerintahan AmerikaSerikat. Amdocs sendiri, diyakini membantu Bell Atlantic untuk menginstal telepon kabel di gedung putih pada tahun 1997. Akibatnya, Amdocs sempat diselidiki oleh tim penyidik. Dilaporkan tim penyidik pernah memberitahukan Presiden AS Bill Clinton bahwa seorang karyawan senior Amdocs telah memisahkan T1 data telepon dan langsung terhubung dengan Israel.

Diketahui Amdocs memang telah berulang kali dibidik FBI dan badan-badan lainnya, namun perusahaan itu berulang kali menyangkal adanya pelanggaran keamanan atau kesalahan. Amdocs diperkirakan menguasai layanan sekira 90 persen dari perusahaan telekomunikasi di AS, dengan komputer utama disinyalir berada di Israel. Hal ini  memungkinkan Amdocs memiliki akses untuk melakukan ‘traffic analysis’, yaitu menganalisis jalur komunikasi yang sedang berlangsung.

Jika ditilik dari sisi historis, perusahaan ini merupakan perusahaan yang didirikan di Israel oleh Aurec Group, sebuah korporasi bisnis milik miliader Yahudi bernama Morris Kahn, dia termasuk 10 besar orang terkaya di Israel. Hingga sekarang Amdocs bermarkas di Chesterfield, Missouri, Amerika Serikat dan memiliki lebih dari 17.000 karyawan. Tapi disinyalir 50 persen dari jumlah karyawan tersebut berbasis di Israel.

Amdocs, juga tercatat namanya di saham di New York Stock Exchange,  dan beroperasi di lebih dari 50 negara. (srn)

Beri komentar