HELSINKI - Pulihnya ekonomi global membuat beberapa industri seperti alat komunikasi nirkabel perlahan mulai kembali mengalami surplus pada kas keuangan mereka. Tak terkecuali pemimpin ponsel dunia, Nokia.
Bahkan keuntungan yang mulai membaik, membuat vendor asal Finlandia itu bisa saja memangkas harga ponsel cerdasnya, demi bersaing dari kompetitornya Samsung dan Sony Ericsson yang berkuasa di pasar menengah.
Hal tersebut bahkan sudah ditegaskan Nokia, kalau paling lambat Januari ini mereka akan melakukan pemangkasan harga hingga 10 persen. Dampak penurunan itu sudah dirasakan mulai sekarang, contohnya di seri Nokia 5230 yang sebelumnya berharga 170 Euro, kini menjadi 150 Euro.
"Penurunan ini membuat Nokia mampu menekan agar ponsel Symbian yang murah, sebagai cara mereka untuk menguasai pasar bawah," terang pengamat CSS Insight Ben Wood, seperti yang dilansir Reuters, Selasa (2/2/2010).
Hasil laporan penjualan ponsel cerdas juga menunjukkan kalau langkah Nokia tepat. Pasalnya, penjualan ponsel cerdas dunia selama kuartal keempat 2009 naik 30 persen. Sedangkan Nokia sendiri, penjualan ponsel cerdasnya juga naik 26 persen.
Kendati demikian, Nokia mendapat ancaman kuat dari Sony Ericsson, yang telanjur dikenal sebagai ponsel kamera dan musik yang murah meriah. (rah)