VENEZUELA - terkenal sebagai pribadi yang kontroversial, terutama yang menyangkut masalah hubungannya dengan Amerika Serikat.
Baru-baru ini Chavez mengeluarkan pernyataan yang kontroversial, kali ini yang menjadi sasarannya adalah Twitter. Menurut dia, layanan mikroblogging tersebut merupakan alat teroris dan bisa digunakan untuk menghasut orang.
Pernyataan itu sendiri bermula dari peristiwa beberapa pekan lalu, dimana jurnalis dan aktivis Venezuela menuntut kebebasan berekspresi dengan mengeluarkan unek-uneknya di Twitter dengan hashtag #freedomvenezuela. Alhasil, hashtag tersebut langsung masuk menjadi trending topics.
"Twitter itu bisa menjadi 'tool of terorist' dan itu yang sangat berbahaya," tukas Chavez, seperti yang dilansir AFP, Senin (8/2/2010).
Bahkan, Chavez meminta agar pihak berwenang melakukan pengawasan ketat. Kalau perlu, menutup semua situs jejaring sosial di Venezuela.
Tak pelak, AS yang memang sudah menaruh amarah ke Venezuela semakin memanas-manasi negara itu, dengan menyebut apa yang dilakukan Chavez sama artinya dengan menutup kebebasan mengeluarkan pendapat. (rah)