Ketua ID SIRTII R Eko Indrajit
JAKARTA - Prostitusi online dan forum-forum seks online kian hari kian marak dan sulit untuk dihentikan. Lantas, bagaimana cara efektif untuk menghambat laju munculnya situs dan forum berbau esek-esek di Indonesia.
Menurut Ketua Indonesia-Security Incident Responses Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) Richardus Eko Indrajit, forum-forum seks online mungkin bisa dikurangi tapi sulit untuk dihapus.
"Jumlah yang membuat situs dan forum online lebih banyak. Mungkin bisa kita kurangi, tapi kalau untuk menghapus sangat sulit," kata Eko saat dihubungi okezone, Selasa (9/2/2010).
Selama ini ID-SIRTII telah melakukan berbagai upaya untuk membendung konten porno di internet, seperti proyek kerjasama dengan Asosiasi Warung Internet Indonesia (AWARI), lewat Nawala Project.
Nawala Project secara spesifik akan memblokir jenis konten negatif yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan, nilai dan norma sosial, adat istiadat dan kesusilaan bangsa Indonesia seperti pornografi dan perjudian. Selain itu, Nawala Project juga akan memblokir situs Internet yang mengandung konten berbahaya seperti malware, situs phising dan sejenisnya.
"Kita juga harus 'keroyokan' untuk memblokir situs tersebut, termasuk bekerjasama dengan ISP, karena hanya mereka yang bisa memblokir," tegas suami penyanyi Lisa A Riyanto tersebut.
Ditambahkan Eko, langkah paling ampuh untuk mengatasi pornografi di internet adalah apa yang disebut dengan self cencorship (sensor dari diri sendiri).
"Negara lain yang bisa dikatakan berhasil memerangi pornografi di internet baru China, mereka bisa membayar masyarakat yang melaporkan situs porno. Sayangnya hal itu sulit dilakukan karena dana yang dialokasikan tidak ada. Sebab itu, cara paling ampuh adalah sensor dari diri sendiri," kata Eko.
Selanjutnya Eko menjelaskan perkembangan teknologi kian canggih saat ini. Meskipun orang tak berniat membuka situs porno tapi banyak pop-up yang terhubung dengan situs-situs berbahaya. Boleh dikatakan inilah yang disebut teknologi push, karena banyaknya pop-up.
Ditambahkan Eko, selain pemblokiran, pendidikan seksual juga harus diterapkan sedini mungkin agar bisa menumbuhkan sikap self sencorship tersebut.
"Pendidikan seks harus diberikan sedini mungkin. Saya pernah berbicara dengan ahli psikologi dan mereka mengatakan pendidikan seks harus diberikan sejak awal, kalau perlu sejak lahir, kalau sudah SMP atau SMA terbilang telat," kata Eko.
Ditambahkan Eko, bimbingan orang tua merupakan langkah yang sangat berperan untuk membendung situs porno.
"Anak-anak usia lima tahun sekarang bisa browsing internet, dan bila orang tua melihat anaknya membuka gambar porno sebaiknya jangan dimarahi, tapi berikan bimbingan, kelak ketika mereka beranjak dewasa mereka akan mengingat, 'oh ya dulu ibu saya mengajarkan seperti ini' dan sensor dari diri sendiri ini sangat efektif membendung pornografi," papar Eko. (srn)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com