BEIJING - Setelah memberangus situs berbau pornografi dan kekerasan, pemerintah China bakal menutup situs sekaligus menyeret pengelola situs perjudian. Langkah tersebut diungkapkan kementrian keamanan publik China dalam situs resminya.
Penutupan situs judi ini akan dilakukan mulai Februari hingga Agustus 2010. Tak hanya itu, China juga akan menindak tegas institusi perbankan yang mendukung industri perjudian.
Reuters melansir, Selasa (8/2/2010), upaya tersebut telah mendapat persetujuan dari delapan institusi pemerintah seperti bank sentral, kementrian industri dan teknologi Informasi serta biro propaganda.
Kampanye pemberangusan akan dikonsentrasikan pada penyelidikan perjudian online, baik yang dikelola warga China maupun luar negeri.
Perjudian di China sebenarnya telah dilarang sejak komunis mulai berkuasa tahun 1949. Pemerintah China hanya mengijinkan dua sistem perjudian yang dikelola oleh negara, laiknya undian yang dikelola oleh kementerian olahraga. Dana hasil undian tersebut digunakan untuk membangun fasiltas gedung dan sarana olahraga.
Sebelumnya China telah melakukan hal yang sama dengan menutup sejumlah situs porno dan situs-situs anti pemerintah. Banyak situs besar yang menjadi korban kebijakan China ini. Sebut saja situs berbagi video, Youtube yang diblokir pada Maret 2009 karena menampilkan gambar dokumentasi aksi demonstrasi warga Tibet yang menewaskan sejumlah demonstran. Dan baru-baru ini pemerintah mulai memblokir Twitter, Flickr dan Facebook. (srn)