JAKARTA - Bakrie Telecom menegaskan, layanan baru Telusur Teman Mu (TTM) merupakan konten yang diluncurkan mengikuti maraknya layanan pencarian jodoh di internet.
Proses pertemanan di jejaring sosial, mulai dari chatting, berkenalan, hingga kemudian bertemu, merupakan hal alami yang sudah seharusnya menjadi tanggung jawab para penggunanya.
"Prostitusi di dunia maya bukan merupakan tanggung jawab penyedia layanan, namun menyangkut urusan personal," ujar Wakil Direktur Utama Bidang Pemasaran Bakrie Telecom Erik Meijer, usai peluncuran layanan TTM di di Senayan beberapa waktu lalu.
BTEL sendiri, melalui keterangan resminya, menegaskan TTM diluncurkan karena konten mencari jodoh di internet sangat marak.
"Esia TTM tidak bisa mencegah apa yang akan dilakukan tiap orang yang chat, kenal dan kemudian bertemu, karena memang tujuan fitur ini adalah menghubungkan teman," kata Erik.
Namun tidak demikian dengan pendapat Anggota BRTI Heru Sutadi. Diakui Heru, kemajuan teknologi memang tidak bisa ditahan, tetapi sebagai operator jika nanti ada kejadian, BTEL tetap harus bertanggungjawab karena media yang digunakan adalah jaringannya.
"Dari sekarang, BTEL diwanti-wanti agar menjaga kemurnian layanan semacam ini,” tegasnya.
Ditambahkan Heru, konsep ini dikhawatirkan memunculkan prostitusi secara online atau pelecehan seksual yang mulai marak belakangan ini.
Heru menambahkan, untuk SMS Premium yang tidak memerlukan teknologi tinggi saja, pemilik merek dagang Esia itu kedodoran menjaga kenyamanan pelanggannya.
"Terbukti dari adanya keluhan pelanggan yang sulit menghentikan langganan satu konten," ujarnya.
BRTI menyatakan pihaknya telah mendapatkan laporan pelanggan yang mengaku setiap isi ulang, pulsa pelanggan tersedot. Laporan ini, lanjutnya, saat ini sedang diproses oleh BRTI. (srn)