Getting Time...

Hina Guru di Facebook, 4 Siswa SMU Dikeluarkan

Banda Haruddin Tanjung - Okezone
Minggu, 14 Februari 2010 16:43 wib
detail berita
Facebook

PEKANBARU - Sebanyak  empat siswa SMUN 4 Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terpaksa dikeluarkan oleh pihak sekolah lantaran mencaci guru mereka di jejaring sosial Facebook.

Keempat pelajar yang dikeluarkan tersebut adalah siswa kelas 2 jurusan IPA. Kenakalan siswa yang dianggap telah menghina guru terjadi saat keempatnya siswa tersebut tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR) yang diberikan oleh guru keterampilan.

Karena tidak mengerjakan PR, para siswa ini pun dimarahi oleh guru mereka. Selanjutnya, empat siswa berinisial YK, HF, AN, dan AM meluapkan emosi mereka lewat Facebook. Belakangan aksi mereka diketahui dan dilaporkan ke pihak sekolah.

“Kata pihak sekolah, para siswa ini menghina dengan cacian yang kurang pantas terhadap seorang guru, tapi saya belum tau apa isinya. Tapi saya menyesalkan mengapa hal seperti itu pihak sekolah harus mengeluarkan anak kami,” kata Edi, salah satu orang tua siswa yang dipecat, Minggu (14/2/2010).

Karena sudah sepantasnya, menurut dia, pihak sekolah yang diberi tugas mendidik anak-anak di sekolah dapat memberikan nasehat dan bimbingan terhadap  siswa-siswa yang dianggap nakal.

Akibat kejadian  “pemecatan” itu, AN sempat depresi dan uring-uringan di dalam kamar. “Namun saya bersukur karena saat ini anak saya sudah belajar di sekolah lain di SMU di sini,” ucapnya.

Namun demikian, Edi meminta kepada pihak SMUN 4, agar tidak arogan dan benar-benar mendidik siswa yang diamanahkan dengan baik. Karena jika siswa itu nakal di sekolah, itu juga menjadi tanggung jawab sekolah yang mendidik mereka. Karena gegagalan mendidik adalah tugas bersama antara orangtua dan guru. (srn)

  • FX.Yulias » 0 Tanggapan
    cobalah lihat kasus secara obyektif..jangan hanya sekolah/guru yang di sudutkan....yang dikatakan tidak mendidik...tidak membimbing...arogan......sebenarnya..klo seperti ini salah sia coba : 1. anak usia sma kelas IX ( suai usah 17 tahun ) sudah dewasa..dan berfikir jernih sebelum melakukan sesuatu...haruskah anak seusia itu harus di ninabobokkan dengan kata kata indah ....tanpa di siplin dam tertib berperilaku. 2. Mungkin guru juga keliru namun..jangan lah menyudutkan salah satu sisi saja. 3. Displin...metaati aturan, ketertiban , pola hidup santun erupakan mendidik perlu di catat itu. 4. jika memang siswa sudah bener melakukan pelanggaran yang menjurus penghinaan profesi/pribadi dan ada dalam tata tertib perlu ditegagakkan agar generasi juga bisa belajar dengan benar. 5. Jika guru melakukan pelanggaran kode etik dan fungsi serta tugas guru beri sangsi yang sesuai peraturan . 5. Jangan berlindung pada kebijakan (spt. kak seto hanya sellau melihat satu sudut pandang anak......dia pikir dia siapa.....)..ingat kebijakan itu melanggar aturan..yang akhirnya tidak bijak. 6. Letakkan kasus pada proporsinya.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • wendy » 0 Tanggapan
    guru nampar murid,, di smansa s.raya kepulauan.. kal_bar
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ngawur » 0 Tanggapan
    guru kencing berdiri murid kencing berlari .... kepsek dan guru yg dimaksud harus ikutan dipecat dan di"rajam" sampe mati!!!
    Beri Tanggapan Laporkan

Beri komentar