Getting Time...

Antisipasi Lonjakan Permintaan Bandwitdh

TII 'Merapat' ke Konsorsium Kabel Laut

Stefanus Yugo Hindarto - Okezone
Rabu, 17 Februari 2010 17:15 wib
detail berita

JAKARTA - Anak perusahaan PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom) , yakni PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (TII) bergabung dalam Konsorsium Pembangunan Kabel Laut South-East Asia Japan Cable System (SJC).

Direktur Utama TII Mulia P Tambunan, mengungkapkan langkah strategis ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap pertumbuhan demand bandwidth internasional yang  sangat tinggi di tahun 2010 hingga tahun 2014, terutama demand TelkomGroup. 

Kapasitas bandwidth yang dimiliki SJC diklaim sebagai yang terbesar dari kabel laut yang ada saat ini. "Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) SJC akan menghubungkan Singapura, Hong Kong, Jepang dan negara Asia lainnya," kata Mulia dalam keterangannya, Rabu (17/2/2010).

Sistem Kabel laut yang akan dibangun menggunakan teknologi SKKL terbaru The Newest Submarine Cable Technology yang mampu menyalurkan 64 WL (wave length) pada setiap fiber pair dan 40 Gbps per WL.

"Kabel laut SJC akan memiliki design capacity 17 Terabyte per second (Tbps) yang dapat di-upgrade sampai dengan 23 Tbps," kata Mulia.

Untuk melengkapi jaringan SJC sampai ke Amerika Utara maka SJC akan disambungkan dengan SKKL lain dengan rute Japan-US dimana tersedia banyak system seperti antara lain Unity, Japan-US (JUS) dan TGN. Selain itu, dalam rangka penguatan network domestik dan internasional,  TelkomGroup merencanakan  akan membangun SKKL Jakarta-Singapore 3rd Route.

Anggota konsorsium kabel laut SJC saat ini 9 anggota dan kemungkinan akan bertambah menjadi  11 anggota dari berbagai  negara, sehingga SJC akan mempunyai landing point di negara-negara yang memiliki posisi yang sangat strategis.

"Kapasitas SJC yang besar diharapkan dapat menekan biaya bandwidth International sehingga biaya layanan internet juga akan semakin murah. Hal ini akan menjadi faktor pendorong bagi peningkatan penetrasi penggunaan broadband internet Indonesia, yang saat ini masih rendah," ujar Mulia P Tambunan, Direktur Utama TII menyatakan bahwa,

TII akan terus mengembangkan infrastruktur internasionalnya melalui rute-rute lainnya seperti ke arah barat (West Route) dan ke arah selatan (Australia).  Termasuk pengembangan infrastruktur adalah penguatan landing point di Indonesia seperti Pontianak dan Manado. (ugo)

Beri komentar