TOKYO - Penjualan televisi dengan teknologi organic light-emitting diode (OLED) yang dilakukan oleh Sony sejak tahun 2007 akan dihentikan. Penghentian penjualan untuk sementara hanya berlaku di Jepang.
Sony selanjutnya, akan memfokuskan diri untuk menjual produk televisi tersebut ke wilayah Amerika utara, Eropa dan wilayah potensial di luar negeri lainnya.
Juru bicara Sony Jepang Shinji Obana, seperti dilansir AsiaOne, Rabu (17/2/2010) mengatakan, Sony bahkan telah menghentikan produksi OLED TV di pabriknya.
Penghentian tersebut terkait dengan minimnya permintaan televisi berteknologi canggih tersebut. Harga OLED TV dinilai terlalu tinggi bagi pasar Jepang. Di Negeri sakura tersebut, televisi itu dibanderol dengan harga sekira 200 ribu yen atau sekira Rp20 juta untuk ukuran 11 inci.
OLED merupakan perangkat padat yang tersusun dari film-film tipis, mengandung molekul organik yang dapat mengeluarkan cahaya jika dialiri listrik. OLED digunakan sebagai layar untuk perangkat elektronik dengan ketajaman yang lebih tinggi, dan konsumsi daya yang lebih rendah dibandingkan dengan LED (light-emitting diodes) konvensional dan LCD (liquid crystal display).
Perusahaan Elektronik asal Jepang tersebut enggan untuk mengungkapkan berapa jumlah OLED TV yang telah terjual. Namun diperkirakan dalam sebulan kapasitas produksi televisi tersebut mencapai 2.000 unit.
"Sejak dua tahun terakhir meluncurkan televisi tersebut, kami melihat bahwa permintaan untuk model ini sangat sedikit, tapi kami akan terus menjual OLED TV ke negara-negara di luar Jepang," kata Shinji. (srn)