JAKARTA - Nama Samsung dalam pergulatan pasar printer di tanah air, masih kalah mentereng ketimbang merek ponsel atau produk consumer electronics lainnya. Namun demikian, tidak membuat Samsung menghentikan ekspansi penjualan printer di Indonesia.
"Saat ini printer Samsung sudah menjelajah di 19 kota besar di Indonesia. Kita ingin di 2010 Samsung berusaha agar bisa membuka di 33 kota, tidak hanya di tingkat provinsi saja, tetapi kita ingin sampai ke kotamadya," jelas Yuliasiane Sulistyawati, Managing Director PT Pazia Pillar Mercycomm, mitra distributor printer Samsung, saat peluncuran printer Samsung, di Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (17/2/2010).
Lebih lanjut ditambahkan Sianne, saat ini kontribusi penjualaan printer Samsung di tanah air paling banyak berada di kawasan pulau Jawa dengan presentase mencapai 70 persen. Khusus daerah Kota Jabodetabek, pencapaiannya hingga 45 persen. Sisanya berada di luar kota hingga luar pulau Jawa.
"Kendati paling banyak adalah pulau Jawa, namun pertumbuhan paling besar berada di daerah pulau Sulawesi dan kota-kota besar di Sumatera, seperti Palembang," tambah Winny Windiarini Printer dan Consumer Product Manager PT Samsung Electronics Indonsia.
Saat ini, Samsung masih ingin berfokus pada penjualan printer dengan berbasis laser. Bahkan, vendor asal Korea Selatan ini memastikan tidak akan menjual printer dengan basis teknologi inkjet.
"Kendati pasar printer laser sangat kecil, bahkan tidak lebih dari 10 persen. Samsung tidak akan menjual printer inkjet dengan catridge," tandas Winny. (srn)