SAN FRANSISCO - Produsen chip ponsel ternama Qualcomm berupaya untuk membeli kembali saham mereka senilai USD3 miliar. Langkah ini akan meningkatkan perolehan dividen mereka sebanyak 12 persen.
"Program ini merupakan kelanjutan dari rencana buyback senilai USD2 miliar, yang baru-baru ini mencapai USD1,7 miliar. Dengan demikian dividen per kuartal saat ini mencapai 19 sen per saham, naik dua poin dari sebelumnya yang hanya 17 sen," ujar pihak Qualcomm, seperti dikutip melalui Business Week, Selasa (2/3/2010).
Langkah buyback ini merupakan strategi untuk membuat stok saham semakin atraktif, setelah sebelumnya Qualcomm mengalami tahun-tahun yang tidak menyenangkan, dan performanya dianggap buruk untuk kategori perusahaan teknologi, di Index S&P 500. Saham Qualcomm pun turun paling banyak selama 10 tahun terakhir.
"Meski dengan dividen yang meningkat, dan rencana buybck, Qualcomm sebenarnya memiliki uang yang cukup untuk meningkatkan performa perusahaan," ujar analis dari JPMorgan Chase & Co Steven O'Brien.
Qualcomm saat ini dikenal sebagai salah satu perusahaan terkaya di industri semikonduktor, dengan pendapatan yang hampir sama dengan Intel Corp, perusahaan pembuat chip terbesar di dunia. Kuartal yang lalu pun diakhiri Qualcomm dengan pendapatan USD18,9 miliar, naik dari pendapatan kuartal sebelumnya yang hanya USD17,7 miliar.
Qualcomm sepertinya menggunakan langkah buyback dan dividen untuk mengembalikan dana senilai USD12,6 miliar kepada investor sejak 2003.
Kebanyakan keuntungan Qualcomm dikontribusi dari teknologi lisensi chip-nya yang digunakan dalam perangkat dan sistem ponsel. Chip buatannya, yang saat ini digunakan oleh banyak vendor ponsel dunia, merupakan komponen terpenting dari ponsel yang mampu mentranslasikan sinyal radio ke dalam bentuk suara dan data. (srn)