JAKARTA - Untuk mempermudah masyarakat mendapatkan informasi kesehatan, termasuk harga dan jenis obat, Telkomsel pun menghadirkan layanan informasi tersebut melalui SMS.
Program yang diberi nama Telkomsel Pharmacy Center ini digelar atas kerja sama dengan Lembaga Anti Fraud Asuransi Indonesia (LAFAI). Melalui layanan tersebut, pelanggan Telkomsel dapat memperoleh informasi mengenai beragam jenis obat dengan harga yang terjangkau hanya dengan mengirimkan SMS.
"Kesehatan merupakan kebutuhan utama manusia yang tak ternilai harganya. Tentunya kebutuhan akan informasi kesehatan juga menjadi bagian dari gaya hidup sehat sehari-hari masyarakat. Kini kami menghadirkan Telkomsel Pharmacy Center agar pelanggan bisa mendapatkan segala informasi mengenai obat dengan cara yang mudah dan murah langsung di ponselnya kapan pun dan di mana pun," ujar VP Digital Music & Content Management Telkomsel Krishnawan Pribadi, melalui keterangan resminya, Rabu (3/3/2010).
Menurut Krishnawan, biaya obat merupakan komponen biaya terbesar pada pelayanan kesehatan, terutama pelayanan rawat jalan. Untuk itu dibutuhkan suatu layanan informasi farmasi yang lengkap agar masyarakat memperoleh kejelasan mengenai jenis dan harga obat yang dibutuhkan secara utuh. Melalui Telkomsel Pharmacy Center yang menyediakan informasi lebih dari 11.000 jenis obat, pelanggan bisa memperkirakan harga obat sekaligus mendapatkan informasi alternatif jenis obat yang sama dengan perkiraan harga yang berbeda.
"Kehadiran layanan Telkomsel Pharmacy Center ini diharapkan dapat memudahkan pelanggan dalam memperoleh informasi mengenai obat, sehingga kini pelanggan tidak perlu mendatangi apotek atau bertanya kepada dokter, karena semua informasi sudah tersedia di ponselnya. Di samping itu, layanan ini diharapkan juga dapat membantu masyarakat untuk mengetahui fungsi dan kegunaan obat, serta harga obat yang beredar di pasaran," ujar Krishnawan.
Untuk memperoleh informasi jenis dan harga obat, pelanggan cukup kirim SMS, ketik OBAT, contoh: OBAT Vomitrol, lalu kirim ke 9333. Pelanggan akan menerima SMS balasan berisi nama obat, dosis penggunaan, jenis kemasan, dan harga obat. Untuk setiap SMS yang dikirim, pelanggan dikenakan biaya Rp500.
"Selama ini masyarakat kurang memperoleh informasi yang jelas mengenai harga obat yang beredar di pasaran. Harga obat menjadi mahal karena konsumen selalu berada pada posisi yang lemah dibandingkan rumah sakit, apotek, perusahaan farmasi, atau dokter. Dengan layanan infromasi farmasi ini sekarang masyarakat bisa mengetahui harga obat yang wajar sehingga diharapkan dapat menekan biaya kesehatan yang cukup signifikan," pungkas Ketua Umum LAFAI Yaslis Ilyas. (srn)