Getting Time...

Pengembang Call of Duty Tuntut Activision

Sarie - Okezone
Jum'at, 5 Maret 2010 11:28 wib
Salah satu seri game Call of Duty

CALIFORNIA - Dua pimpinan pengembang Call of Duty menuntut Activision Blizzard karena telah memecat mereka berdua. Mereka menganggap Activision menghindar dari membayar royalti.

Dilansir melalui Associated Press, Jumat (5/3/2010), tuntutan tersebut dilayangkan oleh Jason West dan Vince Zampella ke pengadilan tinggi Los Angeles, AS. Dalam tuntutan tersebut, keduanya meminta Activision untuk membayar kerugian sekira USD36 juta.

Ganti rugi tersebut, tidak hanya sebagai bentuk kompensasi karena telah memecat keduanya, tapi juga sebagai bentuk pembayaran royalti yang harusnya dibayarkan Activision kepada West dan Zampella.

"Mereka sengaja memecat kami untuk menghindar dari kewajiban pembayaran royalti Call of Duty. Untuk itu kami menuntut mereka membayar langsung, sekaligus lewat jalur hukum," ujar kedua mantan bos ini.

Sebelumnya, West dan Zampella merupakan pejabat tingkat atas di Infinity Ward. Perusahaan pengembang game tersebut telah berhasil membuat game-game terbaik sepanjang masa, seperti Call of Duty: Modern Warfare 2, dan lainnya.

Dalam keterangannya, Activision Blizzard menganggap tuntutan keduanya lemah namun cukup beralasan.

Sebelumnya, Activision Blizzard membentuk unit bisnis khusus untuk franchise serial game populer 'Call of Duty'. Pembentukan unit bisnis ini menyusul setelah dua eksekutif senior di studio yang mengembangkan Call of Duty meninggalkan Activision.

Dalam keterangan tertulis, Activision menyebutkan pihaknya telah menyelesaikan penyelidikan internal ke dalam pelanggaran kontrak dan ketidakpatuhan yang dilakukan dua pagawai senior Infinity Ward. Kemudian timbul isu bahwa hal ini yang menyebabkan kedua personel tersebut keluar dari Activision. Activision pun mengkhawatirkan kedua mantan pejabat ini akan membuat game dengan tema maupun sistem yang sama dengan 'Call of Duty'. (srn)

Beri komentar