JAKARTA - Indonesia diserbu ponsel yang berbasis Android, pemberitaan media akhir-akhir ini begitu ramai mengupas sistem operasi besutan Google tersebut. Lalu sebetulnya, seperti apa keunggulan OS terbuka ini?
Dijelaskan pengamat Android dari ID-Android Lucky Sebastian, Android merupakan jawaban atas keresahaan Google yang menyangsikan arti kata smartphone sebagai ponsel cerdas, tapi masih membutuhkan koneksi sinkronisasi dari komputer.
"Android merupakan sistem operasi untuk ponsel cerdas sesungguhnya. Karena kalau sudah disebut smartphone seharusnya sudah tidak terhubung dengan komputer lagi," kata Lucky, saat mempresentasikan di peluncuran Xperia 10 dan Vivaz, di Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (5/3/2010).
"Salah satunya adalah saat melakukan push email. Melalui Android, pengguna tidak perlu melakukan sinkronisasi seperti yang ada di Blackberry, yang selama ini push emailnya selalu dibangga-banggakan," tambahnya.
Lucky juga menambahkan, Blackberry juga mempunyai keterbatasan pada resolusi kameranya, yang hanya terbatas tidak lebih dari 3.2 MP. Menurutnya, ini karena kemampuan unggah foto yang dilakukan Blackberry. Berbeda dengan Android, yang mampu menggunggah hingga berapapun resolusi yang ditangkap.
"Selain itu, menjadi hal yang tabu bagi pengguna Blackberry untuk membuka YouTube karena memutar videonya yang sangat lama. Tapi tidak dengan Android, yang beruntung, Youtube adalah kepunyaan Google," tambahnya.
Tantangan mungkin datang dari iPhone, yang berkekuatan nyaris seimbang. Akan tetapi, Lucky melihat celah kelemahan di iPhone yang menjadi keunggulan Android.
"Di iPhone setiap ingin memasukkan lagu baru, pengguna harus terhubung dengan iTunes dan Mac. Maka tidak dengan Android, yang bahkan untuk urusan cover dan foto album lagu sudah diurus oleh Android," tandasnya. (srn)