ABU DHABI - Mesin pencari besutan Microsoft, Bing, dilaporkan telah menghalau semua pencarian terkait konten porno. Pemblokiran tersebut dilakukan untuk sejumlah pengguna internet di wilayah timur tengah.
Hal tersebut diungkapkan The Open Net Initiative (ONI), lembaga pengawasan konten internet yang terdiri dari sejumlah universitas di Amerika Serikat, Canada dan Inggris. Demikian dilansir SMH, Senin (8/3/2010).
Upaya pemblokiran terhadap pencarian kata-kata terkait seks baik berbahasa Inggris maupun Arab telah dilakukan sejak Januari 2010. Kata-kata yang diblokir antara lain kata yang terkait dengan gay, lesbi, biseksual.
"Negara di Timur Tengah menggunakan Bing dengan SafeSearch setting yang dapat memfilter hasil pencarian terutama untuk konten-konten orang dewasa," tulis ONI
Selain konten porno, Bing diduga juga memblokir hasil pencarian untuk konten politik. Tapi hanya dilakukan oleh negara-negara tertentu di Timur Tengah. "Sejumlah negara juga menargetkan untuk mengekang dan meminimalisir kebebasan berekspresidi dunia maya," tulis ONI.
Lembaga pengawasantersebut mengkhawatirkan, langkah yang dilakukan Microsoft ini merupakan sinyal untuk melindungi kebebasan berekspresi di seluruh dunia, apa yang dilakukan Bing hanyalah standar filtering dan mungkin sebagai jalan alternatif dengan teknologi pemblokiran yang digunakan oleh sejumlah negara saat ini.
Laporan ONI menyebutkan, pemblokiran yang dilakukan Bing tidak didasarkan pada IP address pengguna, tapi setiap pengguna dapat menyettingnya sendiri di Bing yang sedang digunakan. Microsoft sendiri belum berkomentar mengenai pemblokiran tersebut. (ugo)