WASHINGTON - Para pejabat Amerika berencana untuk memungkinkan perusahaan-perusahaan teknologi AS mengekspor software chatting dan perangkat lunak media sosial dan sejenisnya ke Iran, Sudan dan Kuba.
Pemerintah AS melakukan hal ini dengan harapan akan membantu warga negara mereka berkomunikasi dengan dunia luar. Departemen Keuangan AS meminta agar pemerintah mau membuka diri untuk memberikan keringanan sanksi yang ada terhadap negara-negara tersebut.
Dengan keringanan tersebut, memungkinkan perusahaan seperti Google Inc dan Microsoft Corp untuk mengekspor bebas teknologi-teknologi perangkat lunak mereka secara massal.
"Dengan diekspornya teknologi yang kebanyakan milik AS ini, memungkinkan tindakan warga negara Iran, Sudan dan Kuba untuk melaksanakan hak-hak mereka yang paling dasar," kata Deputi Menteri Keuangan Neil Wolin, seperti yang dilansir Reuters, Selasa (9/3/2010).
Gayung bersambut, pihak berwenang mengizinkan unduhan software untuk web browsing, blogging, email, chatting; jaringan sosial, dan berbagi foto dan film.
Menurut mereka, internet adalah saluran komunikasi yang penting bagi pengunjuk rasa Iran, yang memperselisihkan hasil pemilu tahun lalu. Amerika Serikat telah menuduh Iran membatasi akses internet di negaranya.
Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengatakan Iran, yang menyebut negaranya sangat berdemokrasi, harus bertindak seperti satu dan menghormati hak untuk kebebasan berekspresi. (srn)