JAKARTA - Sebuah ponsel qwerty lokal di pasaran diperkirakan hanya mampu bersinar sekira empat bulan. Popularitas ponsel kemudian meredup setelah periode tersebut.
"Ponsel seperti 505 pro milik eTouch, paling akan meredup di pasaran dalam waktu enam bulan, sebab itu kami mencoba strategi yang berbeda dalam pemasaran produk tersebut," kata kata GM Product & Marketing eTouch Mobile Hendru Susilo dalam keterangannya, Rabu (17/3/2010) di Jakarta.
Strategi yang dilancarkan eTouch yakni mengubah pola distribusi dan publikasi sebuah ponsel. Artinya, ponsel dilempar dulu ke pasaran barulah kemudian setelah sebulan dua bulan, ponsel tersebut dikenalkan melakui publikasi di media.
"Sebelum kami kenalkan dan publikasikan lewat media ponsel kami telah ada di pasaran," kata Hendru.
Dijelaskannya, strategi tersebut cukup ampuh karena ketika ponsel telah dipublikasikan maka pesaing dapat dengan mudah meniru spesifikasi yang dimiliki ponsel yang akan dikeluarkan.
Kendati demikian Hendru mengungkapkan eTouch tetap akan mengeluarkan ponsel setiap bulannya di tahun 2010.
"Karena Masih banyak pasar-pasar yang belum tergarap, terutama di daerah-daerah pedalaman," kata Hendru
Di tahun 2010 ini, eTouch juga berencana menambah jajaran ponsel qwerty-nya dengan ponsel serupa berbasis jaringan CDMA (code division multiple access).
"Sejauh ini, dari kurang lebih 30 produk ponsel yang kami miliki, perbandingan teknologi GSM-GSM dan GSM-CDMA masih 100 banding nol," katanya.
Hendru menambahkan rencana untuk mengeluarkan ponsel qwerty GSM-CDMA memang sudah matang.
"Selama ini etouch dikenal selalu mengeluarkan GSM-GSM, sekarang kita coba GSM-CDMA, menambah pilihan pada pasar," tutup Hendru. (srn)