Getting Time...

Produsen LCD Diprediksi Sulit Efisiensi

Koran SI - Koran SI
Kamis, 18 Maret 2010 11:48 wib
detail berita
LCD

JAKARTA - Saat para produsen panel LCD berlomba melakukan efisiensi guna memangkas kerugian, suplai material dan komponen mengalami kelangkaan sehingga harga pun melambung tinggi.

Kendati volume penjualan produkproduk pengguna panel LCD (liquid crystal display) meningkat, para produsen panel LCD ternyata didera kerugian berkepanjangan. Untuk memangkas kerugian, para produsen panel LCD pun kini berlomba melakukan efisiensi. Firma riset iSuppli Corp mengungkapkan, para produsen panel LCD rata-rata menderita kerugian 31 persen saat memproduksi panel televisi LCD definisi tinggi, kerugian rata-rata 29 persen saat memproduksi panel LCD notebook, dan kerugian rata-rata 28 persen saat memproduksi panel monitor komputer desktop.

"Kerugian terus membayangi para produsen panel LCD karena sifat pasar itu memang sukar ditebak. Ada kalanya permintaan melonjak luar biasa sehingga suplai menjadi langka.Tetapi, pada saat yang lain permintaan bisa sangat lemah sehingga produsen harus memangkas harga besar-besaran untuk mendorong penjualan," tutur Senior Director LCD Research iSuppli Corp Sweta Dash.

iSuppli menjelaskan, sekitar 75 persen biaya produksi panel LCD terfokus pada material dan komponen. Karena itu, iSuppli mencermati, para produsen panel LCD pun berupaya melakukan efisiensi di wilayah itu. Masalahnya, iSuppli menegaskan, sejumlah material dan komponen LCD pada saat ini sedang langka sehingga harga naik. Akibatnya, para produsen LCD pun semakin kesulitan untuk memangkas biaya produksi demi efisiensi.

iSuppli mengungkapkan, dilema tersebut tercermin nyata pada industri panel LCD yang menggunakan sistem backlight LED (lightemitting diode).Pada saat ini, iSuppli memaparkan, LCD-LED adalah produk LCD yang paling laris. Namun begitu, para produsen panel LCD tetap kesulitan menangguk keuntungan dari penjualan panel LCD-LED karena suplai LED mengalami kelangkaan, sehingga harga komponen itu pun melambung.

iSuppli menegaskan, kelangkaan ini tidak bisa dihindari karena para produsen LED pada saat ini sudah beroperasi dengan kapasitas 100 persen.

"Permintaan LED pada saat ini sudah jauh melampaui suplai. Lonjakan permintaan LED pun akan berlanjut hingga paling tidak tiga tahun mendatang," tutur Senior Director iSuppli Corp Jagdish Rebello.

Panel display LCD-LED banyak digunakan pada televisi, monitor komputer desktop, dan notebook. Dari ketiga produk tersebut, produk yang paling boros memangsa LED adalah televisi karena televisi memiliki ukuran layar paling besar. iSuppli menjelaskan, layar notebook umumnya menggunakan sekitar 50 unit LED. Sementara itu, monitor komputer rata-rata menggunakan 100 unit LED. Kontras dengan keduanya, layar televisi menggunakan antara 300 hingga 500 unit LED.

Karena permintaan televisi LCD-LED terus meningkat, para produsen LED pun kewalahan memenuhi permintaan. Firma riset DisplaySearch Ltd mencermati, sistem backlight LED baru digunakan pada 20 persen televisi LCD yang dipasarkan di dunia pada 2010,sementara sisanya menggunakan sistem backlight CCFL (cold cathode fluorescent lamp).Namun pada 2015, DisplaySearch menegaskan, LED akan digunakan pada 72 persen televisi LCD, sedangkan 28 persen televisi LCD yang lain menggunakan CCFL.

DisplaySearch menjelaskan, volume penjualan televisi LCDLED pada 2010 akan mencapai 36,5 juta unit, dan akan bertumbuh menjadi 184,9 juta unit pada 2015. DisplaySearch mengungkapkan, LCD-LED semakin diminati daripada LCD-CCFL karena LCD-LED berkinerja lebih tinggi dan lebih hemat energi.

"Tidak diragukan, sistem backlight LED akan menjadi sumber cahaya utama pada seluruh aplikasi panel LCD berukuran besar di dunia pada 2011," ujar Director LED Backlight Unit Research Display- Search Ltd Kevin Kwak.

Karena televisi LCD-LED menjanjikan potensi pertumbuhan sangat tinggi, DisplaySearch menambahkan, para produsen televisi pun kini berfokus dan berinvestasi besar-besaran untuk membangun produk LCD-LED yang lebih besar, tipis, berkinerja lebih tinggi, serta lebih hemat energi. Lebih dari itu, DisplaySearch menggarisbawahi, persaingan sengit juga akan memaksa para produsen berlomba memperbaiki efisiensi proses produksi agar mampu menawarkan televisi LCD-LED yang berharga lebih terjangkau. DisplaySearch memperkirakan, efisiensi itu akan dapat dinikmati pada akhir tahun ini.

DisplaySearch menemukan, biaya produksi sistem backlight LED untuk televisi LCD berukuran 40 inci pada awal 2010 rata-rata adalah USD118. DisplaySearch memperkirakan, biaya itu akan dapat dipangkas menjadi USD100 pada akhir 2010. DisplaySearch meyakini, para produsen akan mampu memangkas lebih besar biaya itu pada tahun-tahun mendatang.

"Untuk memangkas biaya backlight LED,para produsen mengembangkan struktur backlight LED yang meminimalkan penggunaan chip LED, mengoptimalkan pola LGP (light guide plate),dan meningkatkan efektivitas penggunaan lapisan filmoptik," tutur Kwak. DisplaySearch menjelaskan, pada sistem backlight televisi LCDLED berukuran 40 inci, chip LED memangsa 34 persen dari biaya total produksi sistem backlight LED. Sementara itu, LGP memangsa 13 persen biaya dan lapisan film optik menyita 15 persen biaya.

Jika biaya ketiga komponen utama itu bisa dipangkas, maka harga televisi LCDLED pun bisa turun signifikan. Di pasar monitor komputer desktop, DisplaySearch menambahkan, kehadiran teknologi LCD-LED akan memicu perubahan besar. Pasar monitor komputer desktop global dalam dua tahun terakhir dilanda kejenuhan akibat stagnasi pertumbuhan komputer desktop.

Namun demikian, kejenuhan itu diperkirakan akan berakhir berkat kehadiran monitor LCDLED. DisplaySearch mencermati, para produsen panel display mulai memproduksi panel monitor LCDLED pada kuartal ketiga (Juli-September) 2009. Pada saat ini pun, para produsen monitor komputer seperti Samsung Electronics Co Ltd, LG Electronics Inc, Acer Inc, dan Lenovo Group Ltd sudah memasarkan monitor LCD-LED.

"Monitor LCD-LED mendapatkan sambutan hangat dari konsumen karena monitor tersebut lebih hemat energi dan lebih tipis daripada monitor LCD tradisional, yaitu monitor LCD yang menggunakan sistem backlight CCFL," ujar Director TFT LCD & Materials Research DisplaySearch Ltd Brian Chen.

Chen menambahkan, monitor LCD-LED pada saat ini memang masih memiliki sejumlah kekurangan dibandingkan monitor LCD-CCFL. Antara lain, monitor LCD-LED belum mampu menayangkan tampilan layar seterang monitor LCD-CCFL. Namun demikian, Chen menegaskan, konsumen mengabaikan kekurangan itu karena monitor LCD-LED mampu menyajikan manfaat lebih besar daripada kekurangannya, terutama dalam konsumsi energi. Karena monitor LCD-LED jauh lebih hemat energi daripada monitor LCD-CCFL,pengguna pun bisa menghemat signifikan biaya energi di rumah atau pun kantor. (srn)

Beri komentar